“Melalui kegiatan asistensi yang sangat strategis ini, saya berharap seluruh kepala desa dan Ketua Tim Pembina Posyandu dapat memahami kebijakan baru dan siap menata kelembagaan Posyandu di desa masing-masing,” kata Nanda.
Ia juga mendorong adanya komitmen bersama untuk memperkuat pembinaan, pendanaan, dan operasional Posyandu melalui APBDes, serta memastikan adanya rencana tindak lanjut yang konkret setelah kegiatan sehingga hasil asistensi tidak berhenti pada forum, tetapi dapat diterapkan di masing-masing desa.
Kepada perangkat daerah yang terlibat dalam enam bidang SPM, Bupati meminta agar pendampingan kepada desa terus diperkuat. Sementara kepada kepala desa dan Ketua Tim Pembina Posyandu, ia mendorong agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam pelayanan masyarakat.
“Jadikan Posyandu sebagai rumah pelayanan terpadu yang ramah, dekat, dan mampu menjawab kebutuhan warga kita,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, Anggota Komisi X DPR RI Rycko Menoza, Direktur Fasilitasi LKAD, PKK, dan Posyandu Ditjen Bina Pemerintahan Desa Nitta Rosalin, serta Praktisi Kelembagaan Yohanes Susilo. Kegiatan dimoderatori oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa.
Turut hadir Analis Kebijakan Ahli Pratama pada Direktorat Fasilitasi LKAD, PKK dan Posyandu Ardianto, S.IP., Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, serta para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kader, Posyandu diharapkan semakin mampu menjalankan peran sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi, sekaligus menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Pesawaran.
(WII)





