BPNT Diduga Bermasalah, GML Ancam Gelar Aksi Unjuk Rasa

  • Bagikan

KEDONDONG, WAKTUINDONESIA– Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Kedondong dan sebagian wilayah Kecamatan Waylima oleh PT Mubarakoh Jaya Makmur (MJM) menuai polemik.

Diduga jumlah bahan pangan yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan program yang digelontorkan Kementerian Sosial RI yakni berjumlah Rp.200.000,-.

“Saya sudah keliling E-Warong yang ada di Kecamatan Kedondong, dan setelah kita lakukan pengecekan jumlah bahan pokok yang diberikan oleh supplier (pemasok) PT MJM ini diduga kurang dari Rp.200 ribu rupiah,” ujar Ketua Ormas GML, Rudi Sapari, Senin (18/1).

“Itu kita hitung harga warung, kalau harga grosir mungkin lebih besar lagi kekurangannya,” timpal Rudi.

Ditambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas terkait agar kejadian yang menurutnya merugikan masyarakat tersebut tidak terulang.

“Kita akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan terkait harga bahan pokok, juga Dinas Sosial terkait keberadaan supplier ini, kan sudah merugikan masyarakat,” tambahnya.

Rudi berharap agar Dinas Sosial mengevaluasi keberadaan supplier yang memberikan bahan pangan tidak sesuai dengan jumlahnya.

“Dinsos harus selektif dalam menentukan supplier, jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban, kalau tidak ada respon akan temuan ini bukan tidak mungkin kami akan lakukan aksi demo,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Nambah Lagi 1, Anak Guru PNS di Lambar Positif Corona, Kini jadi 7
  • Bagikan