Menengok Kampung Kopi, Desa Wisata Lambar Bakal Dikunjungi Menteri Sandiaga Uno Besok

  • Bagikan

Salah satu fasilitas di Kampung Kopi. Foto: Merli Sentosa, dibidik 8 Februari 2020

LIWA, WAKTUINDONESIA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dijadwal mengunjungi Kampung Kopi, Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rabu (29/9/21).

Kungjungan itu menyusul agrowisata Rigisjaya itu masuk 50 besar ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Diketahui, desa wisata Kampung Kopi Rigisjaya tersebut terhampar di atas tanah seluas 3.000 meter persegi dan mulai dibangun tahun 2018 lalu.

Kampung Kopi itu sendiri diresmikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sekaligus panen raya kopi, Minggu (22/7/18) silam.

Lokasi Desa Wisata Rigis Jaya terletak di Kecamatan Air Hitam, berjarak sekitar 55km dari ibukota Lambar, Kota Liwa, dengan ketinggian 860-1310 mm di atas permukaan laut.

Masuknya Rigis Jaya dalam 50 besar desa wisata di ajang ADWI merupakan prestasi yang membanggakan.

Pasalnya, Desa Wisata Rigis Jaya menjadi satu-satunya desa wisata di Provinsi Lampung yang mampu bertahan dan menembus 50 besar dari 1.831 peserta desa wisata asal 34 provinsi di seluruh Indonesia yang mendaftar di ADWI.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lambar, Tri Umaryani saat dikonfirmasi, Selasa (28/9/21), mengatakan, kunjugan Menteri Sandiaga Uno juga kaitannya ajang ADWI tersebut. Tim juri melakukan penilaian secara langsung terhadap desa wisata Kampung Kopi menuju 10 besar desa wisata di tanah air.

“Intinya kunjungan pak menteri besok dalam rangka penilaian ADWI 2021. Di mana desa wisata di Lambar masuk sebagai salah satu dari 50 desa terbaik di Indonesia,” katanya.

Tri berharap, Menteri Sandiaga Uno menjadi motifasi bagi para desa untuk mengembangkan potensi wisatanya. Sehingga, benar-benar memberikan dampak ekonomi, bukan hanya desa akan tetapi ke masyarakat pada umumnya.

BACA JUGA:  Menparekraf Sandiaga Uno Launching Platform VisitDairi.Com

Soal penilaian ADWI, kadis berhijab dan berkacamata itu menyebut tujuh kretaria yang menjadi poin dari penilaian.

Antaranya, penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), desa digital, daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay dan toilet.

Pihaknya tentu telah bersiap jelang penilaian dimaksud.

“Desa Wisara Kampung Kopi akan menyajikan yang terbaik dalam penilaian menuju 10 desa terbaik,” ucapnya.

  • Bagikan