Analisa BMKG Soal Hujan Es, Tanda sebelum Terjadi hingga Proses Pembentukan

  • Bagikan

LAMPUNG UTARA, WAKTUINDONESIA – Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung sempat dihebohkan dengan terjadinya hujan es di Kelurahan Sekincau Kecamatan Sekincau, Minggu, 20 Februari 2022.

Tercatat 28 rumah di kelurahan itu terdampak, mengalami kerusakan.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus langsung meninjau lokasi terdampak hujan es itu. Orang nomor satu di Kabupaten Lmapung Barat itu juga menyerahkan sejumlh bantuan kepada korban bencana alam tersebut, Selasa, 22 Februari 2022.

Waktuindonesia.id sempat mengonfirmasi fenomena hujan es itu kepada BMKG Stasiun Geofisika Lampung Utara (Lampura).

BMKG kemudian mengirim hasil analisis fenomena hujan es, tanda sebelum tejadi hujan es hingga proses pembentukan hujan es itu.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Lampung Utara (Lampura), Anton, Senin, 21 Februari 2022, berdasarkan peringatan dini cuaca Lampung yang dikeluarkan 20 Februari pukul 16.14 WIB bahwa terjadi nya perluasan wilayah yang berpotensi hujan sedang lebat yang meluas hingga hingga ke Kabupaten Lampung Barat.

Mencakup sekitar Kecamatan Balikbukit, Belalau, Sekincau, Suoh, Batubrak, Sukau, Batuketulis, Lumbokseminung dan Bandarnegeri Suoh (BnS).

Anton mengutip, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan, Kamis, 17 Februari 2022 memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah besar wilayah Indonesia sejak 17 Februari lalu hingga setidaknya 23 Februari mendatang.

Penyebabnya masih berupa aktifnya dinamika atmoster Madden Julian Oscillation (MJO) yang pada hari itu disebutkan sudah berada pada fase tiga di sekitar Samudera Hindia.

“Menunjukkan kontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca yang sering terjadi, fenomena ini ini biasanya tersing terjadi pada musim hujan/ pancaroba, (biasanya jika satu hingga tiga hari berturut-turut tidak ada hujan). Dimana indikasinya terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berlangsung singkat.

BACA JUGA:  Transaksi Narkoba, Mahasiswa Warga Mulyo Sari Dibekuk Polisi

Biasanya sehari sebelum terjadinya fenomena hujan es pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah, fenomena hujan terjadi karena suhu puncak awan cumulonimbus sangat dingin.

Terdapat beberapa proses yang terjadi pada pembentukan dan pertumbuhannya terjadinya hujan es

1. Strong updraft and downdraft Adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat. Pergerakan massa udara naik (updraft) yang cukup kuat dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian di mana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft sehingga membentuk butiran es yang semakin membesar.

Saat butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hail atau hujan es.

Strong updraft di suatu daerah dapat terbentuk dan terjadi akibat adanya pemanasan matahari yang intens (pemanasannya sangat optimal/kuat), antara pagi hingga siang hari dan dapat juga dipengaruhi oleh topografi suatu daerah.

2. Lower freezing level Selain itu, terdapat lapisan yang tingkat pembekuan lebih rendah atau lower freezing level. Pada fenomena hujan es, lapisan tingkat pembekuan mempunyai kecenderungan turun lebih rendah dari ketinggian normalnya.

Inilah yang membuat butiran es yang jatuh ke permukaan bumi tidak mencair sempurna. Lapisan tingkat pembekuan merupakan lapisan pada tinggian tertentu diatas permukaan bumi dimana suhu udara bernilai nol derajat Celsius.

Pada ketinggian ini, butiran air umumnya akan membeku menjadi partikel es.

Di Indonesia, umumnya lapisan tingkat pembekuan berada pada kisaran ketinggian antara 4-5 km di atas permukaan laut.

BACA JUGA:  ABG Terlibat Narkoba, Menarik Perhatian Aleg Provinsi Lampung

Durasi hujan es, hujan es bersifat sangat lokal dengan luasan berkisar 5-10 km dan waktu terjadinya singkat, sekitar 10 menit. Fenomena hujan es,  Adapun waktunya lebih sering di antara siang dan sore hari hujan es tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0,5-1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya, dengan tingkat keakuratan kurang dari 50 persen. Durasi Fenomena hujan es hanya berasal dari awan CB, tapi tak semua awan jenis ini menimbulkan hujan es atau hail.

  • Bagikan