HUT ke-77 RI, Gele Harun Pernah Berjuang di Lampung Barat, Bupati Parosil Bakal Serahkan Piagam

  • Bagikan

LAMPUNG BARAT, WAKTUINDONESIA – Nama Gele Harun seketika menjadi perbincangan jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI) tahun 2022 di Lampung Barat.

Ya, Gele Harun ternyata salah satu pejuang yang mempertahan kemerdekaan.

Nama Gele Harun juga tertulis di nisan ahli warisnya di Pekon Sukaraja Kecamatan Waytenong.

Tampak di batu nisan itu terlihat ada dua bagian tulisan.

Pada bagian atas tertulis, Harinawati wafat ketika Gele Harun berjuang memertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945-1950.

Kemudian pada bagian bawah tertulis, Herinawati Binti Mr Gele Harun dimakamkan di Sukaraja Waytenong Lampung Barat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah besutan Bupati Parosil Mabsus dan Wabup Mad Hasnurin bakal memberikan piagam penghargaan kepada Mr Gele Harun.

Di piagam itu namanya tertulis Mr Gele Harun Nasution.

Piagam penghargaan diberikan atas perjuangannya melawan penjajah di Kabupaten Lampung Barat.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bakal menyerahkan piagam itu di momentum peringatan HUT ke-77 RI kepada putra bungsu Mr Gele Harun Nasution, Mulkarnaen Gele Harun.

Mulkarnaen Gele Harun sendiri kini tinggal di Bandarlampung.

Mengutip keterangan Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Lampung Barat yang diterima Waktuindonesia.id, Selasa, 16 Agustus 2022, di masa perjuangan memertahankan kemerdekaan, Kecamatan Waytenong merupakan pusat pemerintahan darurat dan benteng terakhir dalam mempertahankan kemardekaan RI di Lampung.

“Berdasarkan keterangan sejarah,” tulis keterangan itu.

BACA JUGA: Ternyata Penyusun Fikih Pertama di Indonesia Kelahiran Kabupaten Lampung Barat, Karyanya Dipakai hingga Malaysia

Diskominfo dalam keterangnya juga menulis, perang gerilya Mr Gele Harun semasa Agresi Militer Belanda II dilakukan setelah Tanjungkarang sebagai ibukota dan kota-kota penting lainnya berhasil ditaklukan Belanda.

“Berdasarkan dalam buku Pokok-Pokok Gerilya yang ditulis Jendral Besar AH Nasution,” tulis Diskominfo.

BACA JUGA:  Sokong Pengembangan Wirausaha Mikro, Kecil Dan Menegah Melalui Kuliner Khas Daerah, Ini Kata Septi Istiqlal

Strategi itu juga sesuai perintah kilat No. 1 Panglima Besar Jendral Sudirman kepada seluruh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Adapun rute perang gerilya Gela Harun dimulai dari Kota Bandarlampung – Pringsewu – Talang Padang – Ulu Belu – Way Tenong – Bukit Kemuning dan kembali ke Bandar Lampung.

Hal itu dilakukan dalam medan perang yang sulit menembus perbukitan dan rimbunnya Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Kepercayaan yang diberikan kepada Alm Gele Harun sebagai Acting Residen Lampung (Kepala pemerintahan darurat) menggantikan Residen Rukadi pada 5 Januari 1949 dibayar dengan keberanian dan semangat juang di tengah terbatasnya peralatan tempur dan fasilitas medis.

“Dalam perjuangannya, Alm Gele Harun harus kehilangan putri kesayangannya, Harinawati dalam perang gerilya yang dikebumikan di Pekon Sukaraja Kecamatan Way Tenong. Sebuah pukulan berat yang harus diterima dengan keikhlasan demi berkibarnya sang saka Merah Putih,” tulis Diskominfo.

Sementara itu, Bupati Parosil Mabsus membenarkan bakal menyerahkan piagam penghargaan itu.

Pihaknya telah menghubungi Mulkarnaen Gele Harun. Sayangnya, kondisi kesehatan Mulkarnaen Gele Harun tak memungkinkan untuk melakukan perjalanan dari Bandarlampung ke Lampung Barat.

Karenanya, Bupati Parosil bakal berkunjung langsung ke rumah Mulkarnaen Gele Harun di Bandarlampung.

“Kita sudah menghubungi keluarga (Ahli waris Mr Gele Harun) tetapi kondisi putra (Mulkarnaen Gele Harun, Red)
hari ini sedang sakit jadi tidak bisa hadir langsun. Nanti kita akan langsung berkunjung ke kediaman keluarganya di Bandarlampung,” terang Bupati Parosil saat dihubungi Waktuindonesia.id.

Waktuindonesia.id mencoba menghubungi ahli waris Gele Harun di Bandarlampung melalui kontak WhatsApp yang berhasil didapat.

Telepon berbasis aplikasi WhatsApp Waktuindonesia.id pertama diangkat Yeni.

Yeni ini merupakan cucu dari Mr Gele Harun.

BACA JUGA:  Aniaya Rekan Pakai Sajam di Lapo Tuak, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi

Setelah menyampaikan maksud, Waktuindonesia.id bisa berbicara dengan Mulkarnaen Gele Harun.

Assalmualaikum. Itu kata pertama Mulkarnaen Gele Harun.

Ia menceritakan telah menerima informasi jika Bupati Parosil bakal memberikan piagam penghargaan untuk Gele Harun yang bakal diserahkan kepada ahli waris. Dirinya.

Semula, ia berkeinginan ke Lampung Barat untuk menerima piagam itu langsung dari Bupati Parosil.

Namun, kesehatannya tak memungkinkan. Ia duduk di kursi roda.

Menurutnya, menerima piagam itu merupakan kebangga keluaga ahli waris Mr Gele Harun.

Ia sempat bercerita kala ayahnya, Gele Harun berjuang di Waytenong. Hingga akhirnya kakak perempuannya, Harinawati meninggal dunia.

“Ya saya ingat dulu di Waytenong.  Saya anak bungsu. Harinawati itu kakak saya yanh dimakankan di Waytenong,” ujarnya.

Ia juga menyebut beberapa barang peninggalan Gele Harun.

“Ada samurai, ada baju dari karung (Karung goni),” katanya.

(WII)

Baca artikel selanjutnya: Mengenal Mr Gele Harun, Pejuang di Lampung Barat Penerima 2 Piagam

  • Bagikan