LUMBOK SEMINUNG, WAKTUINDONESIA – Sesosok mayat pria ditemukan di tengah belukar di Pemangku Sukamenanti Pekon Lombok Selatan Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat, Jumat, 09 Desember 2022 sekitar pukul 15.00 WIB.
Setelah diidentifikasi petugas, diketahui identitas jenazah tersebut adalah Budiyas Tungkoro Paul (50). Tercatat sebagai warga Manggala Tulang Bawang. Seorang karyawan PT Sweet Indo Lampung.
Budiyas ditemukan meninggal setelah empat hari sebelumnya dikabarkan pergi berburu babi di wilayah Sukamenanti.
“Penemuan jasad di tengah belukar kebun yang jauh dari pemukiman penduduk,” ujar Camat Erwin dalam keterangannya kepada Waktuindonesia.id pagi ini, Sabtu, 10 Desember 2022.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Balik Bukit Aiptu Andikal Putra mewakili Kapolsek Balikbukit Iptu Arnis Daeli mendampingi Kapolres AKBP Heri Sugeng Priyantho, menyebut Budiyas diduga meninggal di karenakan jatuh dari ranggon (Semacam rumah pohon). Ranggo itu biasanya dibuat saat berburu.
Budiyas dikabarkan berangkat berburu babi, pada Senin (4/12/22).
“Pada hari Senin tanggal 05 Desember 2022 Korban menggunakan mobil katana setelah sampai di Sukamenanti korban meminjam motor warga untuk berburu babi di wilayah Sukamenanti,” terang Kanit Andikal.
Namun, hingga Jumat (9/12/22) yang bersangkutan tak kunjung pulang juga tak ada kabar, sejumlah warga mencoba mencari keberadaannya.
“Setelah (Budiyas, Red) beberapa hari tidak pulang dan tidak ada kabar, pada tanggal 09 Desember 2022 sekira pukul 15.00 WIB, Haryono dkk mencari korban dan ditemukan korban sudah MD (Meninggal dunia) dan sudah mengeluarkan bau di belukar kebun warga,” jelasnya.
Haryono cs kemudian melapor ke aparat desa setempat.
“Haryono memberikan informasi kepada Jurtul Saparudin. Kemudian Jurtul Saparudin memberitahukan ke bhabinkamtibmas, peratin, piket SPKT Polsek Balik Bukit, INAFIS Polres Lampung Barat dan dan pihak Puskesmas Lumbok Seminung dan masyarakat. Kemudian menuju ke lokasi penemuan mayat,” terang dia.
Jasad Budiyas kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Alimudin Umar Liwa Lampung Barat menggunakan ambulance Puskesmas Lumbok Seminung.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi,” tandas Kanit Andikal.
(WII)





