TEGINENENG, WAKTUINDONESIA – Kades Panca Bakti Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Wahono diduga mark up harga bibit pinang, yang seharusnya bibit pinang jenis betara dengan harga berkisar antara Rp1.200 hingga Rp2.500 per batang, namun di dalam APBDes tahun 2022 Desa Panca Bhakti Kecamatan Tegineneng sebesar Rp8.000.
Berdasarkan penelusuran media ini, terdapat kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan.
Jumlah peserta Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan (Pengadaan Bantuan Budidaya Tanaman Pinang (Ketahanan Pangan) sebesar Rp97.730.000.
Kemudian, dalam anggaran pemberdayaan masyarakat diduga terdapat beberapa kegiatan yang mencurigakan, seperti Penyelenggaraan Pemerintah Desa (ATK, Honorarium PKPKD, dan PPKD), perlengkapan perkantoran, pakaian dinas/atribut, listrik/telepon, dll). Operasional Pemerintah Desa (Operasional Perkantoran) sebesar Rp62.811.500.
Kegiatan lain yang diduga terdapat penyimpangan adalah Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa. Terselenggaranya Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa (Pelatihan Seni Tari Adat Lampung) sebesar Rp4.800.000.
Lalu, Terselenggaranya Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa (Pelatihan Seni Tari Kuda Lumping) sebesar Rp4.800.000.
Kemudian, Terselenggaranya Pembinaan Group Kesenian Kebudayaan Tingkat Desa (Pelatihan Kesenian Rebana) sebesar Rp9.800.000.
Dan juga kegiatan, Terselenggaranya Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa (Pelatihan Seni Tari Pencak Silat Sunda) sebesar Rp8.050.000.
Salah satu warga Desa Panca Bakti yang minta namanya tidak disebut mengatakan, tidak mengetahui perihal pengadaan tanaman bibit pinang di desanya.





