Mantan Dewan Sebut Narasi Bapak Pembagunan, Strategi Politik Lama

  • Bagikan
Mantan anggota DPRD Pesawaran Johnny Corne/Foto: Erde

WAKTU INDONESIA – Mantan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Johnny Corne menganggap narasi bapak pembangunan yang digelontorkan salah satu calon Bupati Pesawaran merupakan strategi politik usang.

Karena menurutnya, pembangunan yang dilakukan merupakan hal biasa yang memang wajib dilakukan pemimpin di Kabupaten baru karena pada prinsipnya menurut Johnny Setiap jaman ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada zamannya. Masing-masing mempunyai skala prioritas dalam menentukan pembangunan yang akan dikerjakan.

“Contohnya bung Karno saat jadi presiden pertama ya dia bangun infrastruktur, Monas, Masjid terbesar di Asia Tenggara, karena memang diawal merdeka kita butuh infrastruktur itu, presiden selanjutnya ya tidak mungkin mau bangun monas lagi,” ungkapnya, Kamis 19 September 2024.

Sama halnya dengan Pesawaran kata dia, diawal memekarkan diri pemimpin awal memang harus membangun perkantoran dan infrastruktur yang bersifat urgent lainnya, namun akan sangat berbeda apa yang dikerjakan setelah masa awal Kabupaten.

“Tentu Bupati setelahnya akan mencari pembangunan yang dirasa penting pada zamannya, contoh simbol-simbol berupa tugu dan lain sebagainya, untuk kemajuan pariwisata tentu akses ke tempat-tempat wisata akan menjadi prioritas,” terangnya.

“Kita lihat sekarang, orang dari gedong tataan menuju kedondong sampai ke way ratai tentu jauh lebih mudah di zaman pak Dendi dibanding zaman bupati sebelumnya, karena pengajuan pembangunan akses penghubung kecamatan sudah jauh lebih bagus,” timpalnya.

Menanggapi isu lain yang kerap digelontorkan calon kada, mantan Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Pesawaran tersebut menyebut hal tersebut cara klasik yang tidak efektif dalam hal meraih simpati publik.

“Kalau dibilang dugaan korupsi di OPD-OPD selama pak Dendi menjabat misalnya, itu kan isu receh, kita bisa cek grafiknya berapa indeksnya, kalau memang buruk itu yang patut dipertanyakan, kenyataannya kan tidak, artinya jangan pula membuat kebohongan-kebohongan demi agenda politik,” tuturnya.

BACA JUGA:  Ketua DPW NasDem Lampung Positif Covid-19, Ramai-ramai Rekannya Mendoakan Kesembuhan
  • Bagikan