MBG di Lampung Dinilai Perlu Pengawasan Ketat

  • Bagikan
Menu MBG Lampung Barat
Menu MBG dari SPPG Pasar Liwa Lampung Barat pada Selasa, 10 Maret 2026, untuk porsi kecil (istimewa)

LAMPUNG, WAKTU INDONESIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung dinilai perlu pengawasan ketat dan kontrol maksimal.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, Donny Irawan, Senin, 18 Mei 2026, menilai Program andalan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan sumberda manusia (SDM) itu dinilai dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.

Karenanya program yang dinilai mulia di Bumi Rua Jurai itu perlu pengawasan ketat dan perhatian serius dari pihak pemerintah.

Menurut Donny, banyak kasus yang muncul ke permukaan, seperti, keracunan, makanan yang terkesan kurang higienis, dan juga porsi makanan yang dibagikan dinilai tidak sesuai dengan anggaran, Rp 10 ribu untuk porsi besar dan Rp8 ribu untuk porsi kecil.

”Program MBG pada dasarnya memiliki tujuan yang sangat baik sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak bangsa, namun program besar tersebut harus disertai kontrol dan pengawasan yang kuat agar berjalan sesuai tujuan awal dan cita-cita Presiden,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk program MBG di Provinsi Lampung perlu diadakan evaluasi yang tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan sekolah, orang tua, tenaga ahli gizi hingga masyarakat agar pengawasan berjalan lebih maksimal.

Dony Irawan menilai, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam pengelolaan MBG terutama di Provinsi Lampung, seperti peningkatan kualitas gizi makanan dengan menu seimbang sesuai kebutuhan anak, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, buah, hingga susu. Variasi menu juga dinilai penting agar anak tidak bosan dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Dalam pengelolaan program MBG di Lampung, berbagai aspirasi masyarakat yang diterima, di antaranya sumber protein seperti telur, juga dinilai penting hadir dalam menu harian MBG karena berperan mendukung tumbuh kembang anak.

BACA JUGA:  Cawabup Naldi Rinara Mangkir Dari Panggilan Bawaslu

Di lapangan, selain gizi masyarakat mengharapkan peningkatan kehigienisan pangan yang layak konsumsi.

  • Bagikan