Gelombang Tinggi, Talud Penahan Abrasi Hancur: 700 Jiwa di Pesisir Barat Terancam, Perahu Nelayan-TPU Terdampak

  • Bagikan

“Ya memang sudah ada beberapa unit perahu yang hancur akibat hantaman ombak, hingga tidak bisa lagi digunakan. Padahal sebelumnya masih layak pakai,” terangnya.

“Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga ikut terkena terjangan air laut yang naik ke daratan,” imbuh Dia.

Menurut Novianto, penyebab utama dari kondisi tersebut, tidak lain dari hancurnya talud penahan abrasi sepanjang sekitar 800 Meter yang sudah terjadi sejak lima tahun lalu. “Karenanya kami berharap pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat, bisa merespon keluhan kami dan segera mewujudkannya,” pungkasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Peratin Pardasuka, Edwar S. Menurutnya, musim gelombang tinggi menjadi momok yang menakutkan bagi warganya yang tinggal di sekitar bibir pantai. “Keselamatan warga benar-benar terancam. Belum lagi khawatir perahunya hancur dan itu memang sudah terjadi,” kata Edwar.

“Kami berharap kondisi ini bisa segera tertangani. Kalaupun di kabupaten terbentur dari sisi anggaran, mungkin bisa dari provinsi, atau hingga ke pusat. Bagi kami yang terpenting keselamatan dan mata pencaharian warga kami tidak terancam,” tukas Edwar. (neo/wii)

BACA JUGA:  Elpiji 3Kg Disebut Hilang dari Peredaran, Begini Penjelasan Hiswana Migas Lampung
  • Bagikan