Pererat Silatuhrahmi PPBI Lambar Gelar Kopdar Sebagai Ganti Kegiatan Pameran Tahunan Yang Ditiadakan Akibat Covid-19

192

LIWA,WII-Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lampung Barat (Lambar) akan meggelar Kopi Darat (Kopdar) dalam rangka memperat tali silaturrahmi antar sesama penggemar bonsai di kabupaten setempat. Dimana, kegitan tersebut rencananya akan dilaksankan mulai Sabtu malam (24/7/2020) di Cafe Omah Kayu, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit.

Kopdar tersebut digelar sebagai pengganti agenda tahunan PPBI Cabang Lambar yakni pameran bonsai yang tidak memungkinkan digelar tahun ini akibat pandemi corona virus dissaese 2019 (Covid-19).

Ketua PPBI Cabang Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan mengatakan PPBI sebelumnya menjadwalkan akan menggelar pameran dan kontes bonsai di tahun 2020. Namun dengan adanya wabah Covid-19 maka agenda tersebut urung dilaksaakan dan dijadwalkan pada tahun 2021 mendatang.

“Penggantinya kita akan mengadakan Kopdar di Cafe Omah Kayu, Kelurahan Way Mengaku Balikbukit yang dijadwalkan 24-26 Juli mendatang,” ungkap Wawan sapaan akrap Widyatmoko Kurniawan.

Dijelaskan, bahwa Kopdar tersebut peserta hanya diperbolehkan membawa satu pohon bonsai terbaik untuk satu kelas, dengan kontribusi Rp50 ribu per-orang. Sementara untuk memberikan semangat akan diberikan hadiah yang ditetapkan berdasarkan hasil undian.

“Meski hanya Kopdar sebagai ajang memperat tali silaturrahmi dan bukan kontes tetapi panitia akan menyediakan hadiah berupa peralatan bonsai,” ujarnya.

Wawan menambahkan, yang utama dalam kegiatan Kopdar tersebut bukan karya seni pengkerdilan kayu, tetapi akan lebih ditekankan sebagai sarana diskusi, bertukar ilmu bagaimana menghasilkan karya terbaik.

“Saat ini seniman bonsai di Lambar sudah ratusan orang, tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan, maka untuk menambah bekal bagaimana menciptakan bonsai yang baik dan unik, punya cara masing-masing, nah pada kesempatan ini kita berbagi ilmu,” imbuhnya. (wii)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Diketahui Covid-19 Seusai Meninggal, Dinkes Lambar Tracing Antisipasi Klaster Baru