“Mulai dari kondisi posko perbatasan yang di enam titik, sosialisasi ke masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, perekonomian, pendidikan, bantuan sosial dan beragam tindakan pencegahan untuk memertahankan Kabupaten Pakpak Bharat tetap di zona hijau,” katanya.
Sementara itu, perwakilan pansus, Tuahman Fransiscus Purba, menuturkan bahwa kehadiran pansus ke kabupaten itu untuk melihat perkembangan data tentang pasien Covud-19, itupun jika ada.
Demikian pula data refocusing anggaran dan realisasinya, strategi preventif menekan perkembangan COVID-19, data penyaluran Jaring Pengaman Sosial, kesiapan rumah sakit dan tenaga medis di Kabupaten Pakpak Bharat, serta hal-hal berkembang lainnya terkait penanganan COVID-19.
Pertemuan berakhir menjelang tengah hari yang ditutup dengan penyerahan cendera mata untuk Pansus COVID-19 DPRD Sumut.
(rhm/WII)





