Terkait Rapid Test Massal, Jubir GTPP : Kemungkinan Akan Kita Lakukan

225

GEDONGTATAAN, WII – Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran dr. Aila Kariyus memberikan penjelasan perihal salah seorang pasien positif Covid-19 yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Waykhilau, dr. Aila juga menjawab terkait kemungkinan melakukan rapid test secara massal seperti permintaan dari salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran.

Menurut dr. Aila, pasien berinisial Ny. R (62) yang saat ini sedang dirawat di RS Mitra Husada, Kabupaten Pringsewu tersebut dalam tiga tahun belakangan telah menetap dan berdomisili di Jakarta.

“Ya memang kita dapat informasi dari provinsi, bahwa memang Ny. R itu sudah pindah ke Jakarta ikut salah satu anaknya, jadi sudah lama tidak datang ke Pesawaran, bahkan informasinya KTP yang bersangkutan juga sudah KTP Jakarta,” kata dr. Aila, Jumat (14/8)

Dia mengungkapkan, Ny. R tersebut datang ke Desa Gunungsari, Kecamatan Waykhilau, untuk menemui salah seorang anaknya yang lain. Dan pada saat tiba, Ny. R memang sedang dalam keadaan sakit.

“Hari Minggu (9/8) kemarin dia (R-red) datang ke Pesawaran, memang dalam kondisi sakit sepeti demam begitu. Kemudian selepas itu baru dibawa ke RS Mitra Husada dan ternyata hasilnya positif Covid-19,” jelas dia.

dr. Aila menggunakan, status pasien tersebut tidak dimasukkan kedalam data Tim GTPP Kabupaten Pesawaran.

“Ini statusnya masuk di pencatatan Jakarta, saya sudah kordinasi dengan tim di Povinsi (Lampung-red), bahwa memang nyonya R ini sudah tercatat sebagai pasien Covid-19 didalam data milik GTPP Jakarta,” jelas dia.

“Jadi makanya tidak kita masukan sebagai pasien Covid-19 didalam data kita, karena kan memang data itu tidak bisa dobel,” tambahnya.

Sementara itu, terkait aktivitas salah seorang keluarga erat pasien yang sempat melaksanakan acara tahlilan di Desa Gunung Sari, dr. Alila mengatakan pihaknya telah melakukan tracing, dan juga telah menjadwalkan rapid test kepada beberapa keluarga kontak erat pasien.

BACA JUGA:  Seorang Pria 25 Tahun di Pesawaran Ditangkap Polisi, Ini Gegaranya

“Tracing sudah kami lakukan, hasilnya bagus semua, hari ini kami melakukan rapid test kepada beberapa keluarga yang memang mempunyai kontak erat dengan pasien, ada sekitar sembilan orang yang rapid test, cuma hasilnya seperti apa saya belum kontrol lagi,” terang dia.

Hanya saja, dirinya juga menerangkan bahwa saat ini pihaknya tidak bisa melakukan rapid test secara massal. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan rapid test secara massal sudah tidak lagi dianjurkan dalam pedoman penanganan Covid-19 yang baru.

“Kalau massal menurut pedoman yang baru ini sudah tidak dianjurkan lagi, karena juga logistik untuk rapid test massal juga sudah menipis. Logistik yang ada itu memang prioritasnya untuk orang yang mempunyai kontak erat dengan pasien saja,” tutupnya

(Ded/Nj/WII)

Facebook Comments