Peringati Hari Hidrografi, Pushidrosal Gelar Webinar Pemanfaatan SDB

160

JAKARTA, WII – Dalam rangka memeringati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar webinar atau seminar daring dengan topik Pemanfaatan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) atau Batimetri Berbasis Satelit (BBS), Kamis (27/8).

Diketahui, SDB sendiri adalah suatu metode baru yang dikembangkan dari teknologi penginderaan jauh untuk mendapatkan data kedalaman di area perairan dangkal dari citra satelit yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pemetaan laut.

Seminar daring tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan aplikasi, sains, dan teknologi penginderaan jauh optik untuk estimasi batimetri dan batas darat-air.

Webinar yang merupakan kerjasama antara Pushidrosal, Institut Teknologi Bandung dan EOMAP ini digelar selama dua, 26-27 Agustus 2020.

Di hari pertama, menengahkan topik Pemanfaatan SDB untuk Kepentingan nasional dan hari kedua bertopik Pemanfaatan SDB untuk kepentingan militer.

Beberapa pembicara hadir dengan memaparkan materinya, di antaranya Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono (Direktur Pengamanan, Kerja sama dan Perbatasan/Dirpamkersamtas) Pushidrosal dengan topik pemanfaatan SDB.

Kemudian, Poerbandono (Dosen Hidrografi ITB Bandung) dengan topik Penginderaan jauh batimetri, Thomas Heege (CEO EOMAP Gmbh) dengan topik Teknologi SDB, serta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana (Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal) dengan topik penggunaan data SDB.

Sementara jalannya diskusi dipandu oleh Host Letkol Laut (KH) M. Qisthi Amarona, M.Tr. Hanla, dengan moderator Gabriela Alodia, (Kandidat Doktor University of Leeds, Inggris, Cat. A Hydro Surveyor) pada hari pertama dan Kolonel Laut (P) Dyan Primana S (Komandan Satuan Survei Pushidrosal) pada hari kedua.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro.

Kapushidrosal menyampaikan bahwa SDB atau BBS merupakan teknologi terbaru dalam bidang pemetaan hidro-oseanografi yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita Atas Tragedi SJ182

Ini dikarenakan posisi geografis Indonesia yang terletak di antara dua samudera dan dua benua, yang memiliki peran penting dalam perdagangan dunia, terlebih tekad pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia, agar Indonesia sebagai pusat informasi yang berkaitan dengan kemaritiman, sehingga teknologi pemetaan yang cepat dan akurat mutlak dibutuhkan.

“Pemanfaatan SDB untuk kepentingan nasional sangat diperlukan, salah satunya dalam rangka menyongsong Audit Wajib anggota IMO atau Mandatory IMO Member States Audit Scheme (MIMSAS) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2022,” kata Kapushidrosal seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Waktuindonesia.id malam ini.

Ditegaskan, Pushidrosal harus memenuhi target capaian survei dan pemetaan di seluruh perairan Indonesia, guna memberikan jaminan dan kepercayaan kepada publik tentang keamanan dan keselamatan bernavigasi di seluruh perairan Indonesia.

“Dalam hal ini, peran hidrografi sangat penting. Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara,” tegas Kapushidrosal.

(esa/WII)

Facebook Comments