Harga termasuk Stabil tapi Pedagang Menjerit, Ini Penyebabnya

327

LIWA, WII – harga sejumlah bahan pokok di Pasar Liwa, Balikbukit, Lampung Barat masih terbilang stabil, Jumat (28/8). Kendati harga tak menunjukkan kenaikan signifikan, namun daya beli masyarakat lesu.

Harga terpantau di pasar tradisional, Pasar Liwa. Contoh, harga beras medium-premium masih setabil di antara Rp8 ribu hingga Rp9 ribu.

Dan untuk bahan pokok lainnya seprti, telur, gula, daging sapi, daging ayam, ikan, bawang merah, bawang putih dan garam. masih di bilang stabil tidak ada peningkatan harga menonjol.

“Hanya saja minyak goreng kemasan bermerk mulai naik. Kalau minyak goreng curah Rp14 ribu/Kg,” katanya tanpa merinci.

Pedagan ini mengaku harga mintak goreng kemasan karena mulai langka. Pedagang juga tidak tahu penyebab kelangkaan.

“Kalau harga masih terbilang stabil,” kata seorang pedagang yang mengaku sudah 25 tahun berjualan, Herlina.

Kendati harga dan persediaan barang tak masalah. Namun, daya beli konsumen merosot drastis.

“Bahkan kalau dulunya ada pemborong sekarang sudah tidak ada lagi dikarenakan dampak covid-19,” tambahnya.

Mau tak mau, omset pedagang pun terdampak.

“Selama 25 tahun lebih saya berjualan baru sekarang merasakan kesulitan,” ungkap Herlina.

Para pedagang hanya bisa mengeluh daan pendapatannya merosot mencapai 80 persen.

“Para pedagang hanya mengeluh karna daya beli bahan pokok berkurang. Yang biasanya berpenghasilan Rp10 juta perbulan kini hanya Rp2 juta saja,” katanya mencontohkan.

Laporan: Wahyudi Sentosa/ WII

Facebook Comments
BACA JUGA:  Tata Motors gelar Beli Truk dapat Pickup Beli LPT 913 atau Tata Ultra 1014 gratis Super Ace HT