Positif Corona di Lambar Bertambah 2, Kini 3 Kasus

  • Bagikan

LIWA, WII – Kasus positif corona virus dissaese 2019 (covid-19) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bertambah dua orang, Minggu (30/8).

Kepala Dinas Kesehatan Lambar, Paijo selaku juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (30/08/20) mengatakan, kedua orang itu merupakan keluarga dari pasien asal Kelurahan Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong yang sebelumnya dinyatakan positif di Rumah Sakit (RS) Handayani, Kota Bumi. Yakni, anak dan ibu dari pasien tersebut dinyatakan positif berdasarkan hasil swab yang keluar sore ini.

“Ada dua orang yang positif berdasarkan hasil swab yang kita lakukan kemarin. Dimana, kita sebelumnya melakukan tracking terhadap 29 orang yang berkontak erat dengan pasien positif. Dari 29 orang, terdapat empat orang reaktif dan kita lakukan swab, dua di antaranya menunjukan hasil positif covid-19,” katanya.

Paijo mengatakan, bahwa kedua orang tersebut merupakan ibu dan anak kandung dari pasien sebelumnya. Dimana, sang anak masih menganyam pendidikan sekolah dasar (SD). Tepatnya, masih duduk dibangku kelas satu disalah satu sekolah di Pajar Bulan.

“Ibu dan anak dari pasien hasilnya positif covid, meski mereka tanpa gejala. Saat ini telah dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah,” katanya.

BACA JUGA: 1 Perempuan di Lambar Positif Corona, Kadis Paijo: Baru dari Cimahi

Dimana, lanjut Paijo, pasien yang sebelumnya dirawat di RS Handayani juga telah diperbolegkan pulang. Dimana, Tim Gugus telah melakukan penjemputan terhadap yang bersangkutan.

“Jadi mereka akan melakukan isolasi mandiri di rumah bertiga dengan pengawasan dari tim gugus tugas dan pihak kelurahan. Kondisi mereka bagus, yang tadinya dirawat juga sudah pulang,” katanya lagi.

BACA JUGA:  Proses KBM Tatap Muka, Bupati Dendi Tunggu Persetejuan Wali Murid

Paijo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan tracking terhadap kedua orang tersebut. Dimana, sang anak sebelumnya juga mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

“Dari kemarin saya sudah kordinasi dengan Disdik langsung dengan kadis untuk membahas langkah yang akan dilakukan, terutama pada sang anak yang masih sekolah. Kita akan lakukan tracking terhadap orang yang kontak erat dengannya. Kita juga telusuri aktifitas lain, apakah memang dia mengikuti kegiatan lain, seperti mengaji di TPA,” katanya. (lem/WII)

  • Bagikan