Terbaru! Tambah 1 Kasus Positif Corona di Lambar jadi 5, Sekolah Hentikan KBM Tatap Muka jadi 3

438

LIWA, WII – Kasus terkonfimasi positif corona di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bertambah satu, Rabu (2/9)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lambar, Paijo, Rabu (2/9), tambahan satu pasien itu masih masuk klaster Cimahi.

“Ya, bertambah satu klaster Cimahi,” kataya.

Saat ini, total positif corona di Lambar menjadi lima kasus.

Disebut klaster Cimahi lantaran seorang perempuan dengan kode P5–dalam berita sebelumnya disebut PP– pernah melakukan perjalanan ke Cimahi, Jabar beberapa waktu lalu.

P5 dinyatakan positif corona, Sabtu (29/8). Kemudian Gugus Tugas melakukan tracing. Hasil swab nenek dari P5 dan anak dari P5 positif civid,19 Minggu (30/8) sore.

Kemudian Paijo kembali menyebut, hasil swab ayah dari P5 juga positif corona, Senin (1/9).

Hari ini, Rabu (2/9), Paijo juga menginformasikan jika Ibu dari P5 juga positif corona.

Sejauh ini, kasus terkonfirmasi covid 19 di Lambar mencapi sembilan kasus.

“Sembilan kasus termasuk yang awal-awal adanya pendemi sejak bulan Maret lalu,” terang Paijo.

Pihaknya mengimbau masyarakat tak perlu panik namun terus meningkatkan kewaspadaan.

Menjalankan protokol kesehatan merupakan langkah untuk menghidari paparan pandemi yang kali pertama muncul di Wuhan, Hubei, China itu.

Pihaknya juga menyarankan, masyarakat menunda perjalanan ke luar daerah, khususnya daerah yang masuk zona transmisi lokal.

“Ini demi kemanan bersama,” kata dia.

Sementara itu, dampak meningkatkan kasus positif corona di Lambar, jumlah satuan pendidikan yang menghentikan sementara belajar tatap muka di selolah juga meningkat.

Kini, SMPN 1 Waytenong juga meliburkn sekolah dengn metode luring selama sepekan.

Pihak SMPN 1 Waytenong meminta belajar daring dalam satu minggu ini. Alasannya, anak seorang guru yang mengajar di SDN1 Fajarbulan sekolah di SMPN1 Waytenong.

BACA JUGA:  Sanksi Tegas Menanti Bagi Yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Sebelumnya, KBM tatap muka atau luring di dua satuan pendidikan di Fajarbulan, Kecamatan Waytenong dihentikan sementara lantaran kasus positif corona.

Sejatinya, hasil tracing gugus tugas Lambar, Senin (31/8), rapid test, terhadap kontak erat dengan seorang murid yang terkonfirmasi positif corona, termasuk di sekolah tersebut non-reaktif.

Namun, kebijakan menghentikan sementara KBM luring ditempuh lantaran satuan pendidikan itu tak mau ambil risiko.

Menurut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lambar, Bulki Basri, meliburkan sementara KBM tatap muka di dua sekolah itu merupakan kebijakan kepala sekolah masing-masing.

Ia juga membenarkan jika hasil rapid test terhadap sejumlah orang yang sempat kontak dengan seorang siswa yang terkonfirmasi positif corona di sekolah itu non reaktif.

“Saya juga telah mengeluarkan surat edaran, himbauan hari ini ditujukan ke semua kepala sekolah satuan pendidikan di Lambar, terkait memperketat SOP KMB tatap muka,” ujar Kadis Bulki, Senin (31/8).

Menurutnya, satuan pendidikan dan wali murid sejatinya berkomitmen bersama memperketat protokol kesehatan.

“Kepala sekolah dah guru harus lebih mengawasi muridnya. Demikian pula orang tua agak melapor ke satuan pendidikan jika telah melakukan pepergian ke liar daerah, utamanya Lampung,” kata dia.

Sementara, menurut Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lambar, Suryadi, tak menampik KMB tatap muka di dua sekolah di bawah naungan Disdikbud diliburkan atau dihentikan sementara.

“SDN1, 2 Fajar Bulan… belajar di rumah/daring,” katanya melalui WhatsApp.

(WII)

Facebook Comments