Gugus Tugas Lambar Petimbangkan Cabut Izin KBM Tatap Muka

341

Maidar. Foto sebelum pandemi corona (ist)

LIWA, WII – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kini tengah memertimbangkan pencabutan rekomendasi izin kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Langkah itu ditempuh mengingat perkembangan kasus terkonfirmasi positif corona di Lambar sejak akhir Agustus lalu tak mengembirakan.

Imbas perkembangan kasus terpapar pandemi yang kali pertama muncul di Wuhan, Hubei, China itu di Lambar, kini kabupaten tersebut zona orange.

Hal itu dikatakan Sekretaris Gugus Tugas Lambar, Maidar, saat dihubungi Waktuindonesia.id di Liwa, Rabu (9/9/2020) siang.

Menurut Maidar, pertimbangan pencabutan rekomendasi sekolah  dengan metode luar jaringan (Luring) mengingat perkembangangn kasus terkonfirmasi positif korona di kabupaten itu.

“Masih dipertimbangkan. Masih dibahas. Apakah rekomendasi sekolah tatap muka di Lambar dicabut atau tidaknya,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Bupati Lambar yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Parosil Mabsus, mengeluarkan rekomendasi atau izin pelaksanaan KBM tatap muka atau luring, Rabu (19/8).

Rekomendasi dengan Nomor:900/593/IV.02/2020 ditandatangani Bupati Parosil tertanggal 19 Agustus 2020 itu berlaku untuk jenjang pendidilan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat serta sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat di wilayah Lambar.

KBM luring kemudian dimulai Senin (24/8).

Sejatinya, pemkab melalui Sekretaris Gugus Tugas, Maidar, telah mewanti-wanti rekomendasi bisa saja bersifat situasional atau tidak permanen.

Sebab,menurutnya, ada bebebapa catatan yang tersirat dalam rekomendasi itu.

Yakni, satuan pendidikan harus menerapkan pola tatap muka secara tepat dan cermat, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, rekomendasi tersebut bisa saja bersifat situasional atau tidak permanan.

BACA JUGA:  Positif Covid-19 di Lampung Bertambah 21 Orang, di 7 Daerah, Ini Terbanyak

Sebab, rekomendasi sewaktu-waktu dicabut atau KMB tatap muka dihentikan manakala angka kasus terkonfirmasi positif corona di Lambar dinilai mencapai angka tertentu yang berdampak pada situasi tak aman untuk dilangsungkannya kegiatan KBM tatap muka.

“Apabila situasi dan kondisi tidak aman terkait kasus terkonfirmasi Covid-19  maka pemerintah daerah akan mencabut pemberian rekomendasi atau izin kegiatan belajar mengajar tatap muka/luring. Artinya ketika rekomendasi dinilai perlu dicabut, maka sekolah tatap muka dihentikan. Ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan di wilayah Lambar,” terang Maidar.

Sementara, Kasus terkonfirmasi positif corona virus di Lambar sejak akhir bulan lalu tak mengembirakan.

Berdasarkan bank data Waktuindonesia.id, sejak 29 Agustustus hingga 7 September 2020 setidaknya terjadi tujuh kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Lambar.

Teranyar, penambahan kasus covid-19 baru yang merupakan klaster Lampung Tengah-Semende Darat.

Pasien baru itu adalah P11, warga Kecamatan Waytenong.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) yang juga Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lambar, Paijo, di Liwa, Senin (7/9/2020).

“Hasil swab P11 ini keluar Jumat (4/9) malam,” ujarnya saat dihubungi Waktuindonesia.id.

P11 merupakan anak dari Ny H. Ny H adalah seorang guru PNS di salah satu SMP di kecamatan itu.

Paijo membenarkan jika Ny H dinyatakan positif Covid-19 dengan kode P10 pada Kamis (3/9).

P10 dan P11 merupakan klaster Lampung Tengah-Semende Darat.

Sebab, menurut Paijo P10 sempat melakukan perjalanan ke daerah yang disebutnya Semende Darat.

Dan saat kembali ke rumahnya, kesehatan P10 terganggu dan sempat dikunjungi seorang tenaga kesehatan (Nakes) dari Lampung Tengah.

Nakes yang masih keponakan P10 saat kembali ke Lampung Tengah kemudian dikhabarkan positif covid-19.

Kini P11 dan ibuknya, P10, tengah menjalani isolasi di bawah pengawasan tim.

BACA JUGA:  Kinerja Kepsek SMAN 1 Gedongtataan Disoal LSM GPK

Sampai saat ini, tercatat tujuh pasien corona tengah menjalani isolasi. Lima diantaranya klaster Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Lima kasus itu disebut klaster Cimahi lantaran seorang perempuan dengan kode P5 pernah melakukan perjalanan ke Cimahi, Jabar beberapa waktu lalu.

P5 dinyatakan positif corona, Sabtu (29/8). Kemudian Gugus Tugas melakukan tracing. Hasil swab nenek dari P5 dan anak dari P5 positif Covid-19, Minggu (30/8) sore.

Kemudian Paijo kembali menyebut, hasil swab ayah dari P5 juga positif corona, Senin (1/9). Dan Rabu (2/9), Paijo juga menginformasikan jika Ibu dari P5 juga positif corona. Total klaster Cimahi jadi lima kasus. Kelimanya warga salah satu keluraha di Waytenong.

Menurut Paijo, sepanjang sejarah pandemi pemicu krisis kesehatan global itu, sejak Maret lalu, total keseluruhan 11 kasus.

“Jadi total kasus positif corona di Lambar sejak awal pandemi covid-19 pada Maret lalu sampai saat ini ada 11 kasus,” ungkapnya.

(esa/WII)

Facebook Comments