Progam Mang Jaka Bantu Pelaku Usaha Wisata

77

BEKASI, WII – Dengan Program MANG JAKA (Masyarakat Nyang Jaga Kampung), Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, Jumat (11/9), di Aula Mapolres Metro Bekasi mengadakan kegiatan penyuluhan, pembinaan dan bantuan Masker kepada para pelaku usaha sektor Pariwisata Kabupaten Bekasi.

Gunawan, salah satu yang diundang dari Pelaku Usaha Wisata Alam Kawung Tilu Bojong Rangkas. Sangat mengapresiasi dengan Program Mang Jaka yang dicanangkan oleh Kapolres Metro Bekasi untuk melawan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Sejak melandanya virus corona dan ada kasus yang terpapar corona di wilayah Kabupaten Bekasi, Kapolres beserta jajarannya sangat intens dan konsisten memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada para pelaku usaha khususnya pelaku usaha pariwisata Kabupaten Bekasi di masa pandemi corona.

Bahkan Kapolres dan jajarannya seringkali mengunjungi tempat-tempat usaha pariwisata hanya untuk memastikan para pelaku usaha pariwisata benar-benar menerapakan protokol kesehatan Covid-19 di tempat usahanya masing-masing.

Selain penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan, bantuan peralatan seperti alat cuci tangan, masker bahkan banner sosialisasi bahaya corona juga diberikan Kapolres kepada para pelaku usaha pariwisata.

“Hal inilah yang membuat para pelaku usaha wisata merasa sangat terbantu dan berterima kasih dengan adanya Program Mang Jaka yang dicanangkan oleh Kapolres Metro Bekasi,” ujar Gunawan.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Mang Jaka, maka kami dari Wisata Alam Kawung Tilu Bojong Rangkas akan berkomitemen untuk mendukung Program Mang Jaka dalam melawan penyebaran virus Covid-19 dengan ‘Disiplin Berusaha dan Hidup Sehat’, dengan menerapakan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat di Kawung Tilu dengan Wajib Masker, Check Suhu, Cuci Tangan dan Jaga Jarak.
Hanya dengan cara itulah yang bisa kami lakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Begini Cara PAC Lazisnu Sambut Hari Raya Idul Adha 1441 H 2020 di Tengah Corona

Laporan: Ahmad Arvan, WAKTU INDONESIA

Facebook Comments