Dinas Sosial Segera Tindaklanjuti, BPNT Waykhilau Yang Tidak Sesuai Pedum

  • Bagikan

GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran akan segera menindaklanjuti keluhan keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Tanjung Rejo Kecamatan Waykhilau yang mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang tidak sesuai dengan pedoman umum sembako tahun 2020.

Hal tersebut ditegaskan Plt Kadis Sosial Kabupaten Pesawaran M. Iqbal, melalui sambungan telepon, Kamis (22/10).

“Yang jelas saya sudah tindaklanjuti, sudah saya tegur suppliernya,” tegas Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menyarankan agar keluarga penerima manfaat membuat surat keberatan terkait kualitas beras yang diduga buruk dan buah pir yang kecil-kecil dengan rasa anyep dan disampaikan secara resmi ke Dinas Sosial.

“Suruh aja KPM yang merasa keberatan buat surat resmi ke kami (dinas sosial-red), dari KPM-KPM nya ya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kualitas beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Way Khilau terpantau sangat buruk.

Investigasi yang dilakukan menemukan fakta bahwa, beras yang dibagikan rutin setiap bulannya diduga bukan merupakan beras premium, seperti yang sebagaimana tertulis dalam juklak juknis penyaluran BPNT.

“Ya begitu adanya pak, saya kan cuma E-Warong semua barang dari suplayer, tapi saya sudah anjurkan kepada KPM kalau ada keluhan bilang supaya nanti saya sampaikan ke penyalur,” ujar salah seorang pemilik E-Warong Kohar di kediamannya, Jumat (16/10).

Sedangkan salah seorang KPM menuturkan, beras yang didapat terlihat tidak bersih begitu juga dengan komponen lain seperti buah-buahan.

“Warna berasnya tidak bersih, bisa dicek sendiri pak, kalau kita lihat sekilas memang yang dibagikan ini bukan beras premium, mestinya kan beras yang premium yang kita dapat,” kata dia.

BACA JUGA:  Rolling Eselon II Lambar, Ini Nama 17 Pejababat yang Duduki Tempat Baru

“Kalau buah pir yang dulu rasanya manis, kalau sekarang anyep, tiga buah dan kecil-kecil,” timpalnya.

Dirinya berharap agar Dinas sosial memperhatikan barang yang diberikan kepada masyarakat agar kualitasnya bisa lebih baik.

“Kami warga cuma bisa berharap agar bahan pokok yang diberikan bisa lebih baik lagi kualitasnya, kan yang mau mengkonsumsi kami-kami ini,” ujarnya.

Diketahui, supplier BPNT di Desa Tanjung Rejo adalah CV. Bakti Sahabat Nusantara, dibulan Oktober bahan pangan yang dibagikan berupa 12 kg beras, 15 butir telur, 1/4 kg kacang tanah, 1/2 kg kentang dan 1/2 kg buah pir, diduga pula jumlah yang dibagikan kurang dari Rp.200.000,- seperti yang tertera dalam aturan. (Red/WII)

  • Bagikan