Bawaslu Kaji Penyebab Dugaan Intimidasi Tim Paslon 1 kepada Pawascam Bengkunat

210

KRUI, WAKTUINDONESIA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesisir Barat (Pesibar) segera melakukan pengkajian terkait dugaan tindakan penghalangan, intimidasi, dan perkataan kasar yang diduga dilakukan oleh tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati, nomor urut 1, Pieter-Fakhrurrazi, terhadap Panwascam Bangkunat, yang akan melakukan penelusuran informasi dugaan penimbunan sembako milik paslon nomor urut 1 di mess PT. Karya Canggih Mandir Utama (KCMU) di Pekon Pagarbukit Kecamatan Bangkunat, Selasa (1/12) malam lalu.

BACA: Tim Paslon 1 Dikabarkan Intimidasi Panwascam, Ini Kata Sekretaris TKR Marfen

Ketua Bawaslu Pesibar, Irwansyah, saat dihubungi via ponselnya, Kamis (3/12), mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum yang diduga merupakan bagian tim pemenangan paslon nomor urut 1. “Jika memang informasi itu tidak benar ya tidak perlu bertindak demikian, tinggal buktikan saja kepada petugas. Namanya informasi perlu untuk kita telusuri, kalau tidak ada apa yang diinformasikan itu kenapa harus risih,” kata Irwansyah.

“Jelas kami sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan kepada rekan kami dibawah. Karena memang itu sudah menjadi tugas panwascam untuk mengawal, dan mengawasi tahapan pilkada ini sekondusif mungkin, dalam menjalankan tugas mereka dilindungi undang-undang,” ujar Irwansyah.

Irwansyah juga membenarkan jika pihaknya sudah meminta ketua dan anggota Panwascam Bangkunat untuk melaporkan ihwal tersebut ke Bawaslu dan sentra Gakkumdu. “Kami sudah meminta rekan kami itu untuk melapor secara resmi ke Gakkumdu,” lanjutnya.

Menurut Irwansyah, pihaknya bersama sentra Gakkumdu, kepolisian, dan kejaksaan memastikan akan segera melakukan pengkajian terhadap kejadian tersebut. “Jika memang nanti memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti, kami pastikan hal tersebut ditindaklanjuti hingga tahapan berikutnya,” pungkasnya. (ers/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Kabulkan Tuntutan Yusuf-Tulus, Bawaslu Diskualifikasi Eva-Deddy