Pimpinan – Dewas KPK Gelar ‘KPK Mendengar’, Sejumlah Tokoh Hadir

281

JAKARTA, WAKTUINDONESIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar ‘KPK Mendengar’, Senin (7/12/2020).

Agenda itu bagian rangkaian Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2020 sekaligus memperingati hari ulang tahun lembaga anti rasuah itu.

Agenda tersebut dikuti para tokoh agama, akademisi, pegiat antikorupsi dan para mantan pimpinan KPK.

Menurut Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, malam ini, ‘KPK Mendengar’ adalah ajang sumbang pikiran dan saran agar pemberantasan korupsi dapat efektif, efisien, dan berdampak optimal.

“Seluruh pimpinan KPK dan dewan pengawas (Dewas) hadir untuk mendengarkan aspirasi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Hari ini, lanjut dia, ada dua sesi. Pada pagi dihadiri oleh para tokoh agama dan pegiat antikorupsi, yaitu Kurnia Ramadhana (ICW – Pegiat Antikorupsi), Bhikkhu Dhammasubho Mahathera (Sangha Theravada Indonesia), Pendeta Jimmy Sormin (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – PGI), Judhi Kristantini (SPAK Indonesia), dan Benny Susetyo (Rohaniawan).

Pada sesi sore dihadiri oleh para mantan Pimpinan KPK, yaitu : Taufiqurrahman Ruki, Bibit Samad Rianto, Amien Sunaryadi, Haryono Umar, Chandra M. Hamzah, M Jasin, Agus Rahardjo, Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

“Melalui kegiatan ‘KPK Mendengar’, pimpinan, dewas dan struktural KPK mendengarkan aspirasi dan harapan publik terhadap KPK yang akan menjadi masukan sekaligus evaluasi bagaimana perjalanan KPK selama ini dan apa strategi pemberantasan korupsi kedepannya agar lebih tepat sasaran,” tuturnya.

Dikatakan, para tokoh agama memberikan saran untuk penguatan pendidikan karakter dan perubahan sistem pendidikan sebagai salah satu cara untuk pencegahan korupsi.

Selain itu penguatan nilai-nilai dalam keluarga juga menjadi perhatian untuk menjaga moralitas publik.

Para mantan pimpinan KPK memberikan apresiasi atas kerja KPK sekaligus memberikan masukan untuk kemajuan penanganan kasus korupsi yang akan dilakukan di masa mendatang.

BACA JUGA:  KPK Sita Lahan Kebun Sawit 530,8 Ha terkait NA di Sumut

“Menurut para mantan Pimpinan, KPK harus mengejar kemajuan teknologi untuk mendukung kerja penindakan, mengingat modus korupsi yang juga semakin beragam,” pungkas Ali Fikri.

(rek/WII)

Facebook Comments