Diduga Selisih Faham, Dua Warga Desa Kota Jawa Duel Berujung Maut

1962

WAYKHILAU, WAKTUINDONESIA – Golok menjadi saksi bisu terjadinya duel maut yang menghebohkan warga Desa Kota Jawa Kecamatan Waykhilau, keduanya yaitu warga setempat antara Nuryadin (55) dan Beramhar (60) pada Minggu (20/12) sekitar pukul 14.30 Wib.

Kapolres Pesawaran, AKBP. Vero Aria Radmantyo menyebut keduanya melakukan perkelahian menggunakan senjata tajam jenis golok, insiden itu berujung pada meninggalnya Beramhar saat dievakuasi menuju RSUD Pesawaran.

“Lokasi kejadian berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman penduduk, tepatnya di kebun singkong salah satu warga Desa Kotajawa Kecamatan Waykhilau,” terang Vero saat dihubungi, Senin (21/12).

Lebih lanjut, Vero mengatakan proses olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi dari pihak keluarga kedua belah pihak masih dilakukan guna mengungkap penyebeb perkelahian.

“Saat kejadian memang tidak ada saksi mata, warga setempat mengetahui adanya perkelahian setelah salah satu pelaku Nuryadin keluar dari kebun dengan merangkak dalam kondisi bersimbah darah,” katanya.

Setelah itu, warga berduyun-duyun mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmae setempat, lantas dilakukan evakuasi ke rumah sakit.

“Upaya hukum selanjutnya masih mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian dan dari keterangan keluarga. Sejauh ini belum ditemukan motif perkelahian tersebut,” tambahnya.

Meski demikian, aparat penegak hukum Polres Pesawaran telah melakukan mediasi keluarga kedua belah pihak agar meredam upaya apapun yang melanggar hukum.

“Kami imbau kepada pihak keluarga untuk menahan diri dan tidak terpancing memperkeruh kondisi. Percayakan proses pengusutan kepada penegak hukum,” imbaunya.

Kondisi terbaru, Dia mengatakan Berahmar sedang berada di RSUD Pesawaran dalam keadaan sudah meninggal dunia sementara Nuryadin sedang berada di Rumah Sakit Mitra Husada, Kabupaten Pringsewu dalam kondisi kritis.

(rob/apr/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Pjs Bupati Chrisna Buka Rakerda MUI Pertama