Ribut Soal Lahan, Warga Saling Serang, 1 Tewas, 1 Kritis

221

MESUJI, WAKTUINDONESIA – Terjadi keributan antara warga Desa Way Puji dan warga Desa Way Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara Mesuji, yang diduga berawal dari masalah lahan, Selasa (29/12) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat keributan ini, satu warga Way Sidang Jaya yang bernama Nafi tewas dikeroyok warga Way Puji.

Menurut Kapolres Mesuji AKBP Alim membenarkan adanya peristiwa ini, keributan tersebut terjadi berawal dari adanya 30 orang yang mendatangi lokasi lahan. Kemudian 30 orang tersebut, awalnya berhasil dihalau oleh Polsek setempat.

“Namun saudara Nafi (43) ini, mendatangi warga Way Puji dan melakukan pembacokan terhadap Suyitno (47). Dari bacokannya ini, Suyitno mengalami luka dibagian pipi kanan. Secara spontan, warga Way Puji langsung melakukan pengeroyokan kepada Nafi,” kata Alim.

Akibat pengeroyokan ini, Nafi kemudian mengalami luka hingga meninggal dunia. Awalnya Nafi ini hendak dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala, namun ia meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Permasalahan ini, karena saling klaim lahan berupa sawah seluas 50 Ha oleh warga Desa Way Sidang, yang sejak awal digarap oleh warga Way Puji.

“Desa Way Puji ini, merupakan pemekaran Desa Way sidang. Permasalahan tersebut telah beberapa kali dimediasi oleh aparat Pemerintah Mesuji dan Polsek Rawa Jitu. Saat ini situasi terkendali dan kondusif, TNI dan Polri telah siaga di lokasi. Kami minta masyarakat bisa menahan diri,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya tokoh masyarakat Desa Way Sidang, pernah menuntut dana tali asih pengganti lahan sebesar Rp30 juta perhektar. Namun perkembangan terakhir sesuai Keputusan Bupati Mesuji tanggal 28 Desember 2020, tanah sawah tersebut adalah milik warga desa Way Puji. Surat keputusan tersebut juga telah disampaikan aparat, ke tokoh-tokoh masyarakat Way Sidang untuk selanjutnya disosialisasikan ke warga.

BACA JUGA:  Geger Bocah Ditemukan Meninggal Tergantung, Ini Kata Polisi

(Fan/WII)

Facebook Comments