Tahun Baru 2021, Kawasan Sekuting Terpadu Ramai Disinggahi

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA – Hari puncak Tahun Baru 2021 Kawasan Sekuting Terpadu (KST) menjadi tempat persinggahan bagi sebagian pengunjung Destinasi Wisata tujuan Pesisir Barat (Pesibar) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal tersebut dijelaskan Koordinator Keamanan Aset Kawasan Sekuting Terpadu Turas kepada waktuindonesia.id, Jum’at (1/1/2020).

Menurutnya sebagian para pesinggah dominan berasal dari Lampung Utara (Lampura), Lampung Tengah (Lamteng) dan Metro.

“Kebanyakan itu pemuda rombongan pengguna Sepada Motor. Setiap ditanya asal, kebanyakan mengaku dari Lampura, Lamteng dan Metro mas”, Katadia.

Lanjut Turas, dengan ramainya pesinggah di KST dari luar daerah Lambar pihaknya menyoroti perihal Keamanan Aset Pemerintah Daerah (Pemda) dan kemungkinan terjadinya kerumunan oleh pengunjung.

“11 Orang Satuan Pengamanan (Satpam) hari ini berjaga mengantisipasi tidak disiplinnya para pengunjung dengan mencoret-coret Gedung dan semisalnya, apabila terjadi kerumunan oleh pengunjung Satpam kita langsung ingatkan,” terangnya.

Adapun terkait jumlah pengunjung pihaknya menjelaskan terbilang ramai dan stabil, dikarenakan tidak semua lini pada Kawasan tersebut dibuka, mengingat akses pada Kawasan Bina Atlit (Gor Ajisaka dan Stadion Bumi Sekala Bekhak) diportal sementara, antisipasi kurang maksimalnya kontrol terhadap pengunjung oleh petugas keamanan setempat.

“Islamik Center (IC) ini kan selain tempat ibadah juga Rest Area, lebih kurang hari ini 500-an orang lah singgah di KST, terlebih Gor dan stadion kita tutup sementara antisipasi mas,” bebernya.

Sementara itu ditemui waktuindonesia.id, Pengunjung KST Dedi (26) asal Lamteng menjelaskan, dirinya beserta rombongan singgah beristirahat setelah melakukan kunjungan wisata di Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) dan hendak melakukan perjalanan pulang.

“Semalam kami dari ngecamp di pinggiran Danau Ranau mas, ini lagi mampir istirahat dan Swapoto di Islamik, lumayan lah lurusin pinggang”, Tandas pemuda dari club motor asal Lamteng tersebut.

BACA JUGA:  Ini Cerita Asal Liwa: dari Runtuhnya Kerajaan Skala Brak Kuno hingga Pesonanya Kini

(erw/WII)

  • Bagikan