“Perusakan hutan ini jangan dianggap sepele, karena menyangkut nyawa penduduk Kota Medan,” tegas Parlaungan sembari mengingatkan Dishut Sumut agar segera melakukan langkah-langkah konkrit penyelamatan hutan Laugedang.
Seperti diketahui, tandas Parlaungan, hutan Laugedang yang persisnya berada diatas kawasan Bukit Barisan yang berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Deliserdang, kini sudah gundul dibabat dan disulap menjadi areal pertanian, sehingga fungsi hutan sebagai penahan air tidak lagi bermanfaat.
“Maka tidak heran lagi, setiap hujan turun di Tanah Karo, Deliserdang dan Kota Medan melalui tiga sungai yang membelah Kota Medan meluap dan tidak mampu lagi menampung derasnya air dari hulu, sehingga dikuatirkan Kota Medan akan tenggelam, jika hutan Laugedang tidak dihijaukan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan suaka alam,” tegas Parlaungan senada Zeira Salim.
Kedua politisi yang sangat konsen terhadap penyelamatan kawasan hutan ini sangat berharap adanya perhatian serius dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB untuk menyelamatkan kawasan hutan Laugedang dari para perambah dan penggarap, demi keselamatan warga Sumut khususnya warga kota Medan dari terjangan banjir kiriman.
(rek/wii)





