DPRD SU Desak Dishut Bentuk Tim Terpadu Selamatkan Hutan Laugedang

231

MEDAN, WAKTUINDONESIA — Laugedang harus direboisasi kembali sebelum Kota Medan sebagai ibokota Provinsi Sumatera Utara, tenggelam diterjang banjir.

Karena itu, kalangan DPRD Sumut mendesak Dishut (Dinas Kehutanan) provinsi Sumatera Utara untuk segera membentuk tim terpadu untuk menyelamatkan kawasan hutan Laugedang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang dari para mafia perambah hutan yang sudah menjadikan ratusan hektar kawasan itu jadi areal pertanian.

Desakan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga dan Wakil Ketua Komisi D Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Selasa (5/1) di DPRD Sumut menanggapi “luluh-lantaknya” ratusan hektar hutan suaka alam Laugedang dibabat mafia perambah dan dijadikannya sebagai areal pertanian.

“Dishut Sumut harus segera membentuk tim terpadu dengan se segera mungkin melakukan operasi pembersihan kawasan hutan Laugedang dari tangan-tangan mafia perambah yang telah menguasai bahkan diduga telah memperjualbelikan lahan hutan kepada oknum-oknum pejabat dan oknum wakil rakyat,” tegas Zeira Salim Ritonga.

Ditambahkan Parlaungan, Dishut Sumut hendaknya jangan hanya melaporkan kasus perusakan dan penguasaan kawasan hutan tersebut kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Tapi harus melakukan action di lapangan dengan menangkapi para mafia hutan dari kawasan hutan Bukit Barisan Sibolangit tersebut.

“Hutan Laugedang merupakan kawasan penyangga air, harus segera dihijaukan kembali, sebelum Kota Medan tenggelam diterjang banjir kiriman dari hulu sungai kawasan Bukit Barisan.”

“Perusakan hutan ini jangan dianggap sepele, karena menyangkut nyawa penduduk Kota Medan,” tegas Parlaungan sembari mengingatkan Dishut Sumut agar segera melakukan langkah-langkah konkrit penyelamatan hutan Laugedang.

Seperti diketahui, tandas Parlaungan, hutan Laugedang yang persisnya berada diatas kawasan Bukit Barisan yang berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Deliserdang, kini sudah gundul dibabat dan disulap menjadi areal pertanian, sehingga fungsi hutan sebagai penahan air tidak lagi bermanfaat.

BACA JUGA:  Positif Covid-19 di Lambar kembali Bertambah 5 Kasus, 6 Februari

“Maka tidak heran lagi, setiap hujan turun di Tanah Karo, Deliserdang dan Kota Medan melalui tiga sungai yang membelah Kota Medan meluap dan tidak mampu lagi menampung derasnya air dari hulu, sehingga dikuatirkan Kota Medan akan tenggelam, jika hutan Laugedang tidak dihijaukan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan suaka alam,” tegas Parlaungan senada Zeira Salim.

Kedua politisi yang sangat konsen terhadap penyelamatan kawasan hutan ini sangat berharap adanya perhatian serius dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB untuk menyelamatkan kawasan hutan Laugedang dari para perambah dan penggarap, demi keselamatan warga Sumut khususnya warga kota Medan dari terjangan banjir kiriman.

(rek/wii)

Facebook Comments