Rofi’i sendiri menanam cabe petik merah di lahan seluas kurang lebih setengah Ha. Di lahan seluas itu, ia memanen sekitar 2,5 ton.
“Satu tahun bisa dua kali tanam,” ujarnya.
Dia berharap, harga cabai merah tetap berpihak kepada petani hingga masa panen berakhir.
Rofi’i menyebutkan, pada tahun lalu, sekitar bulan Juli harga cabai pernah mengalami anjlok mencapai harga Rp6 ribu per kg di tingkat petani.
Saat itu, cabai merah di tingkat petani di wilayahnya paling tinggi hanya menyentuh angka Rp10 ribu per kg.
(roy/WII)





