“Tinggal menunggu hari H, masak mau dibatalkan bisa-bisa menimbulkan polemik nantinya, orang calonnya sudah mulai sosialisasi kemasyarat” tandasnya.
Lebih lanjut Sugiyanto menambahkan, pada waktu hari pelaksanaan pencoblosan di TPS panatia harus menyiapkan pratokol kesehatan, dan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa di TPS, setiap Pekon dipisah-pisah.
“Maksimal satu TPS 500 orang, sementara pengawasan dilapangan dilakukan pihak Kecamatan secara berjenjang, selanjutnya untuk keamanan di TPS akan di bantu dari TNI/POLRI,” pungkasnya.
(Rul/WII)





