Menurut data yang dihimpun waktuindonesia.id sejak 2019 Pekon Tanjung Rusia menganggarkan pembangunan tempat wisata milik Desa dengan nilai kurang lebih Rp 300 juta, dan pada tahun anggaran 2020 kembali dianganggarkan melalui DD sebesar Rp 400 juta.
Kendati menelan Rp 700 juta pembangunan berupa taman bermain berupa kolam renang yang berada di satu titik tersebut belum juga dapat dipergunakan.
Sangat disayangkan dengan nilai pembangunan yang sudah menelan anggaran Rp700 juta dan ditambah anggaran pembangunan embung Rp 50 juta, dengan lokasi berada di samping kolam renang tersebut masih terbengkalai dan belum beroperasi.
“Kolam renang tersebut memang belum beroperasi dikarenakan belum selesai, belum beroperasi mas karena memang belum selesai,” ungkap salah satu warga yang wanti-wanti namanya tidak disebut, Sabtu (23/01).
Kepala Pekon Tanjung Rusia Wildan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengakui kolam yang dibangun di Desanya masih terkendala masalah teknis.
Ia mengatakan belum beroperasinya taman bermain dan kolam tersebut dikarenakan pandemi Covid-19.
“Itu belum beroperasi karena masih Covid-19 dan ada masalah teknis,” kilah Wildan.
Sedangkan ketika ditanya lagi prihal belum selesainya pembangunan tersebut terkait masalah teknis seperti apa, Wildan telah memblokir nomor WhatsApp awak media.
(Rul/WII).





