Pembangunan Taman Bermain Mangkrak, Inspektorat Turun Tangan

  • Bagikan

Kepala Inspektorat Pringsewu, Andi Purwanto/Ist

PRINGSEWU, WAKTUINDONESIA – Mangkraknya pembangunan Taman Bermain kolam renang Pekon Tanjung Rusia Kecamatan Pardasuka Pringsewu yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2019 dan 2020.

Inspektorat Pringsewu segera turun kelapangan guna mengkroscek pembangunan Taman Wisata tersebut.

Kepala Inspektorat Pringsewu Andi Purwanto mengatakan, pihaknya baru menerima informasi dari media, karena untuk pekerjaan anggaran ADD-DD 2020 tahun lalu Inspektorat belum melakukan pemeriksaan.

Andi mengaku sudah berkoordinasi dengan Camat Tanjung Rusia dan Tim Ahli tenaga pemdamping

“Nanti kita kroscek dulu apakah pekerjaan itu over load atau tidak, karena kalau untuk anggaran DD tahun 2020 Taman Bermain tersebut kita sudah tahu,” ujarnya.

Dikatakannya, kalau  untuk anggaran DD tahun 2019 ada yang digunakan untuk pembangunan Taman Bermain itu, Inpesktorat malah tidak mengetahuinya.

“Kita tidak tahu kalau Taman Bermain tersebut juga di anggarkan dari DD tahun 2019, nanti kita akan periiksa semuanya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, menelan anggaran ratusan juta rupiah, pembangunan Taman Bermain Pekon Tanjung Rusia Kecamatan Pardasuka Pringsewu tak kunjung selesai.

Meski pengawasan Dana Desa (DD) disebut telah ketat dalam monitoring dan evaluasi, akan tetapi diduga masih ada saja oknum yang berani bermain-main dalam penggunaannya.

Menurut data yang dihimpun waktuindonesia.id sejak 2019 Pekon Tanjung Rusia  menganggarkan pembangunan tempat wisata milik Desa dengan nilai kurang lebih Rp 300 juta, dan pada tahun anggaran 2020 kembali dianganggarkan melalui DD sebesar Rp 400 juta.

Kendati menelan Rp 700 juta pembangunan berupa taman bermain berupa kolam renang yang berada di satu titik tersebut belum juga dapat dipergunakan.

Sangat disayangkan dengan nilai pembangunan yang sudah menelan anggaran Rp700 juta dan ditambah anggaran pembangunan embung Rp 50 juta, dengan lokasi berada di samping kolam renang tersebut masih terbengkalai dan belum beroperasi.

BACA JUGA:  Buruknya Pembangunan Proyek Irigasi Miliyaran Dikeluhkan Warga

“Kolam renang tersebut memang belum beroperasi dikarenakan belum selesai, belum beroperasi mas karena memang belum selesai,” ungkap salah satu warga yang wanti-wanti namanya tidak disebut, Sabtu (23/01).

Kepala Pekon Tanjung Rusia Wildan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengakui kolam yang dibangun di Desanya masih terkendala masalah teknis.

Ia mengatakan belum beroperasinya taman bermain dan kolam tersebut dikarenakan pandemi Covid-19.

“Itu belum beroperasi karena masih Covid-19 dan ada masalah teknis,” kilah Wildan.

Sedangkan ketika ditanya lagi prihal belum selesainya pembangunan tersebut terkait masalah teknis seperti apa, Wildan telah memblokir nomor WhatsApp awak media.

(Rul/WII).

  • Bagikan