“Vaksinasi ini menjadi kunci untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat terhadap COVID-19 sekaligus menjadi momentum untuk menyelaraskan tujuan kesehatan dan ekonomi, namun perlu dipertegas lagi, tetap kedepankan protokol kesehatan,” jelasnya.
Dan bupati bersedia besok orang yang pertama kali di suntik vaksinasi untuk meyakinkan masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala di dampingi Dirut RSUD Kabanjahe menyampaikan, pemeriksaan kesehatan awal bagi peserta yang akan di suntik vaksinasi sinovac unris, Forkopimda plus tenaga medis, sangat dibutuhkan dan diperlukan.
“Hal ini, memastikan para peserta yang akan di vaksinasi sinovac, besok tidak memiliki riwayat penyakit yang terdapat dalam pemeriksaan tahap demi tahap yang selanjutnya akan dianalisa. Seperti pernah menderita Covid-19, mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) seperti batuk, pilek, atau sesak napas dalam tujuh hari terakhir, penyakit kelainan darah, Jantung (gagal jantung atau penyakit jantung koroner), berikutnya, autoimun sistemik (SLE atau Lupus, Sjogren, Vaskulitis, dan Autoimun lainnya), dan penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis,” pungkas Irna.
Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto di sela pemeriksaan kesehatan menyatakan siap menerima suntikan vaksin Sinovac.
(rek/wii)





