“Namun jika siang ini mereka tidak bekerja mungkin tukangnya sedang bekerja di masjid, karena tukangnya memiliki dua lokasi pekerjaan,” katanya.
Lanjut Suratal, kenapa pekerjaan pembangunan permainan anak-anak itu baru dilaksanakan, menurutnya karna pekerjaan itu sudah diajukan dan harus dilaksananya, itu nanti akan menjadi daya tarik masyarakat untuk berkumpul di lokasi tersebut.
Sementara saat disinggung terkait jumlah anggaran Dana Desa tahun 2020, dirinya mengatakan tidak paham dengan total jumlahnya, hanya bendahara pekon yang yang tahu itu.
Yang jelas tidak ada pekerjaan fisik di tahun 2020, semua anggaran dana dialihkan semua menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Dengan jumlah penerima manfaat dibulan April sampai Juni 2020 sebanyak 170 PM, dikali Rp600 ribu dikali tiga bulan dengan jumlah Rp306.000.000, sementara di bulan Juli sampai dengan Desember 2020 Penerima Manfaat masih diangka yang sama yaitu 170 kepala keluarga, hanya bedanya dalam enam bulan terakhir penerima manfaat hanya menerima uang sejumlah Rp300 ribu dikali 170 PM dikali enam bulan, dan berjumlah Rp306.000.000. Jika di kalkulasikan anggaran dana desa tahun 2020 hanya mencapai Rp612.000.000.
Masih kata Suratal, terkait papan plang pekerjaan yang belum terpasang, nanti juga papan informasi itu juga akan dipasang dilokasi pembangunan.
“Soal papan informasi memang belum dipasang, dan nanti juga bakal terpasang,” kelit Suratal.
(eko/WII)





