“Bila tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan kali ini untuk pelayanan publik misalnya Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI Polri, tokoh agama, atlet, guru dan pelayan publik lainnya dan vaksin tersebut dengan sasaran sejumlah 2.400 orang, terkait penerimanya masih dilakukan pendataan pada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes),” bebernya.
Erna juga menjelaskan peruntukan per vial.
“Idelanya satu vial untuk 10 dosis, namun pada kenyataannya akan kita terapkan satu vial untuk dekapan dosis saja,” imbuhnya.
Ditanya terkait waktu pelaksanaan distribusi vaksin dalam negeri tersebut pihaknya akan segera melaksanakan dengan ketentuan.
“Seperti yang telah dijelaskan ibu sekretaris dinkes bahwasanya setelah selesai mengkoordinir oleh fasyankes masing-masing akan kami laksanakan di minggu ketiga Maret ini,” pungkasnya.
(erw/WII)





