Farhan Tewas di Fly Over Amplas Medan Akibat Lemparan Balok dan Batu Segerombolan Pemuda

623

MEDAN, WAKTUINDONESIA — Farhan (17), warga Jalan Garu VI Gang Kakak Tua Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas Kota Medan Sumatera Utara (Sumut), tewas dengan luka robek yang cukup parah di bagian kepala.

Itu akibat pukulan balok kayu broti yang diduga dilakukan sekelompok pemuda tak dikenal di tempat kejadian perkara (TKP) fly over Amplas Jalan Sisingamangaraja pada Minggu (28/2/2021) dini hari 02.00 WIB.

Menurut salah seorang saksi yang juga teman korban, MFH (17), pada Minggu dini hari itu dirinya, korban, dan 10 temannya yang lain melintas di TKP mengendarai tujuh unit sepeda motor.

Saat rombongannya melintas, jelas saksi, tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang tidak dikenal mendadak menyerang.

“Salah seorang dari mereka mengayunkan sebatang kayu broti ke arah kami. Naas, kayu broti yang diarahkan ke kami mengenai korban (Farhan) yang saat itu berada di boncengan,” jelas saksi MFH.

Akibatnya, bagian belakang kepala korban (Farhan) mengalami luka robek yang cukup parah, sehingga banyak mengeluarkan darah.

“Tidak cukup sampai di situ, kelompok pemuda tak dikenal itupun melempari kami dengan batu. Tapi syukurlah lemparan batu tersebut tak ada yang mengenai kami. Saya dan teman-teman yang lain masih bisa menyelamatkan diri saat itu,” terang saksi MFH.

Selanjutnya, tandas saksi MFH, pihaknya melarikan korban ke RS Mitra Sejati dan memberitahukan kepada keluarganya.

Selang beberapa jam mendapat perawatan di medis secara intensif, korban pun meninggal dunia.

Pihak keluarga korban pun langsung membuat laporan ke Mapolsek Patumbak.

Pihak keluarga korban berharap di petugas Polsek Patumbak dapat mengungkap kasus tersebut dan berharap pelaku segera ditangkap.

Petugas Polsek Petumbak juga telah meminta keterangan dari pihak pelapor, MFH dan 10 teman pada Minggu siang (28/2/2021).

BACA JUGA:  Somasi Tak Digubris, Hipni Idris Bakal Laporkan Bank Lampung

Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Philip A. Purba, saat di konfirmasi, Rabu (3/3) membenarkan kejadian tersebut.

“Mohon doanya agar kasus ini segera bisa diungkap dan kami dari Unit Reskrim Patumbak sedang mendalaminya,” pungkasnya.

(rek/aga/wii)

Facebook Comments