Kegiatan ini akan terus dilanjutkan oleh OKI dengan pembagian tambahan 1.000 kaos Akaksara Karo yang akan dibagikan di SD dan daerah lainnya di Kabupaten Karo pada bulan depan.
Aksara Karo merupakan salah satu warisan budaya Karo yang terancam punah.
Kepunahan warisan budaya tersebut berarti kehilangan salah satu asset atau kekayaan budaya bangsa Indonesia
“Sebagai warga yang mencintai budaya warisan leluhur, maka kita wajib untuk melestarikannya,” ucapnya.
Pada kesempatan itu juga Murnita Kembaren menyampaikan, upaya untuk melestarikan aksara Karo tidak hanya datang dari generasi muda Karo tetapi juga oleh masyarakat lainnya yang mencintai serta ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya Karo.
“Ke depan, melalui Komunitas Sahabat Ornamen Karo, kita akan menjadikan OKI menjadi sebuah wadah perkumpulan produktif dan kreatif bagi masyarakat Tanah Karo yang ingin berkontribusi bagi perubahan di Tanah Karo,” pungkas Murnita Kembaren yang merupakan salah satu founder OKI.
(rek/aga/wii)





