Abu Nawar berharap adanya penyemprotan desinfektan dilaksanakan di mushalla dan masjid, masyarakat yang melaksanakan ibadah akan semakin nyaman, khususnya saat sholat tarawih dan kuliah subuh.
“Kemudian tiap-tiap warga mulai mengikuti secara mandiri menyiapkan alat penyemprot serta secara sukarela bergotong-royong menyemprot disinfektan ke rumah warga.”

Hal ini kemudian diikuti tingkat bawahnya, yaitu Rukun Tetangga (RT) secara mandiri melakukan penyemprotan kepada wilayah RT masing-masing.
“Kemudian desa berperan menggerakkan dan mendukung warga terutama dalam mendirikan posko untuk mendata dan mensterilsasi pemudik yang kembali ke kampung halaman di Desa Bangun Mulyo,” pungkasnya. (fan)





