Biasanya, tandas Parosil, pada momentum Nuzulul Qur’an mengundang sampai 1.500 orang, namun karena dampak pandemi covid-19 dibatasi sesuai protokol kesehatan.
Parosil juga menyinggung ihwal himbauan bagi masyarakat untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan.
Meski demikian, tandas dia, Lebaran tahun ini tetap diselenggarakan dengan penuh ketawadhuan, penuh kekhusyuan dan tetap diselenggarakan di rumah masing-masing.
“Mudah-mudahan tidak akan mengurangi nilai-nilai ibadah kita di kehariban ilahi robbi, karena situasi dan kondisi saat ini masih pandemi covid-19.”
Demikian Parosil.
(aga/WII)





