Ia menuturkan, penanganan stunting bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja tetapi OPD lain dan lintas sektor lainnya juga ikut terlibat.
“Saya berharap kepala Dinas Kesehatan untuk lebih fokus pada evaluasi dan pembiayaan di daerah dengn tetap melibatkan lintas sektor dan untuk OPD diharapkan bisa lebih pro aktif untuk mempercepat penurunan stunting,” tuturnya.
Marzuki menyebut program pembuangan limbah dan tempat sampah oleh OPD terkait perlu diadakan karena sanitasi lingkungan sarana dan prasarana kesehatan lingkungan yang tidak baik menyebabkan tingginya angka stunting.
“Selain itu Dinas ketahanan pangan harus memastikan ketahanan pangan di tingkat keluarga bahwa bayinya nanti akan mendapatkan asupan gizi yang baik dari sumber makanan dan buah – buahan,” ungkapnya.
“Kita juga berharap kepada pemerintah Desa dengan dana desanya untuk memperhatikan sarana dan prasarana yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita di desa, begitu juga dengan OPD – OPD Lainnya harus berbagi peran,” timpalnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menurunkan dan mencegah angka stunting sehingga Kabupaten Pesawaran bebas stunting.
“Untuk itu mari kita bersama – sama berupaya terutama di Desa Lokasi fokus stunting tersebut untuk dapat mencegah dan menurunkan stunting sehingga Kabupaten Pesawaran ini menjadi bebas stunting,” tutupnya.
(Apr/WII).





