Selain itu, kata Ahlun, komunikasi pasca pihaknya melakukan aksi pada 25 Mei lalu agar pemkab menempuh upaya menstabilkan harga sayur mayur juga tersumbat. Bahkan disebutnya tidak ada jawaban.
“Sampai saat ini kami perwakilan mahasiswa dan pemuda Lambar belum sama sekali diajak untuk komunikasi bersama-sama memecahkan persoalan ini,” jelasnya.
“Sebenarnya persoalan ini bukan hal yang rumit jika legislatif, eksekutif sungguh sungguh menyikapi persolan ini,” katanya.
Terkait waktu pasti aksi, pihaknya menyebut awal Juli 2021.
“Kita sudah layangkan surat pemberitahuan ke Polres Lambar kemarin, rencananya kami akan kembali menggelar aksi 1 Juli depan,” tukasnya.
(erw/WII)





