Kankemeng Pesawaran: Desa Zona Oranye-Merah tak Gelar Shalat Idul Adha di Lapangan

  • Bagikan

Foto hanya ilustrasi. ist

GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Kator Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pesawaran, Lampung, desa yang berstatus zona orange dan zona merah agar tidak menggelar shalat Idul Adha 1442 Hijriah, 2021 Masehi, di lapangan terbuka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Binmas Islam Kankemenag Pesawaran, Aswari saat sosialisasi surat edaran terkait mekanisme pelaksanaan salat Idul Adha 1442 Hijriah dan pemotongan hewan qurban di tengah pandemi Covid-19, Selasa (13/7/21).

“Kita telah menyebarkan informasi itu melalui selembaran, agar pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid, lapangan terbuka diimbau ditiadakan bagi desa desa yang berstatus zona merah dan orange, sedangkan untuk Desa yang berstatus zona hijau dan kuning boleh melaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan diketatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam surat edaran tersebut sudah tertera agar pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan oleh panitia yang jumlahnya harus dibatasi dan masyarakat tidak diperbolehkan untuk datang.

“Yang melalukan pemotongan panitia dengan jumlah yang dibatasi dan saat pemotongan masyarakat tidak boleh hadir, hal itu guna menghindari terjadinya kerumunan,” jelasnya.

“Sedangkan untuk pembagian dagingnya kami meminta agar pengurus masjid langsung mengantarkan ke rumah para penerima, jadi tidak ada masyarakat yang datang ramai ramai ke masjid untuk mengambil daging,” timpalnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan saat malam Idul Adha masyarakat dilarang melakukan takbiran keliling kampung, dan untuk pelaksanaan takbiran di masjid diperbolehkan namun dengan jumlah 10 persen dari kapasitas masjid tersebut.

“Itu semua dilakukan sebagai upaya pencegahan klaster baru penyebaran Covid-19 di Bumi Andan Jejama, dan kami berharap agar masyarakat memaklumi hal ini demi keselamatan masyarakat juga,” ujarnya.

“Sekali lagi saya berpesan, bukan kita melarang diadakannya salat Idul Adha, tapi kita harus memahami kondisi yang sedang melanda negeri kita ini, ibadah salat bisa dilakukan dimana saja, yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA:  Sidang Lanjutan Kasus Surat KPK Palsu, PH: Terdakwa tidak Tahu Isi dan Tujuan Surat

Diketahui, untuk menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat pihaknya telah meminta kepada seluruh penyuluh agar menyampaikan hal tersebut kepada seluruh pengurus masjid yang ada di Kabupaten Pesawaran.

(apr/WII)

  • Bagikan