Zona Merah, Ini yang Dilakukan Warga Sebarus

126

LIWA, WAKTUINDONESIA – Menyandang status zona merah penyebaran coronavirus atau angka penyebaran Covid-19 tinggi, Desa (Pekon) Sebarus Kecamatan Balik Bukit Lampung Barat (Lambar) tak hanya berpangku tangan.

Warga bergotongroyong menyemprotkan cairan desinfektan sebagai upaya keluar dari zona paling dikhawatirkan itu, Minggu (18/7/21).

Peratin (Kepala Desa) Pekon Sebarus, Melki Dafirzata saat dikonfirmasi Waktuindonesia.id, membenarkan pekon binaanya berdasarkan zonasi per pekon yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 kabupaten setempat dikategorikan zona merah.

Menurut Peratin Melki, ada tujuh warganya dinyatakan terpapar Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

“Kita awali kegiatan gotong royong penyemprotan desinfektan ini dari masjid Al Istiqomah Pemangku Kotaraja,” terang Melki.

Karena, kata Melki, masjid di pekon setempat merupakan tempat ibadah yang harus dinetralisir dari keberadaan virus asal Wuhan Cina tersebut.

“Masjid kan sering digunakan untuk beribadah sehingga harus kita sterilkan, intinya kami antisipasi saja, terlebih pekon sebarus di kategorikan pihak satgas berada pada zona merah,” jelasnya.

Masih kata Melki, selain penyemprotan lanjut Melki, pihaknya melakukan budaya gotong royong membersihkan masjid.

“Selain karena penyemprotan desinfektan di masa pandemi Covid-19, bersih-bersih masjid merupakan budaya masyarakat jelang perayaan Idul Adha maupun Idul Fitri,” tandasnya.

(erw/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Desa Mikupajaya di Konsel Alokasikan DD 2019 untuk Mobil Ambulance, 2020?