Khoirul menambahkan, rangkain putrinya bersama kedua anggota asal Lambar lainnya yang kini menimba ilmu di MAN 1 Liwa tersebut, hanya diperhatikan oleh dinas terkait sampai proses seleksi awal saja.
Dimana, kata Khoirul, sebelum seleksi di Provinsi Lampung oleh putrinya yang bertugas sebagai pasukan 8 penurunan bendera HUT RI ke-76 dua hari lalu tersebut, telah berkompetisi bersama peserta lainnya di kabupaten dan salah satu dari enam yang lolos dan akan mengikuti seleksi tingkat provinsi ialah putrinya yang kini duduk di kelas XI SMA.
“Dinas terkait hanya mengantarkan ke enam peserta pada proses seleksi, pasca dinyatakan hanya tiga siswi saja yang lolos tidak lagi ada pengawalan dari dinas,” bebernya.
“Kalo putri saya, murni keluarga yang mengantar dan jemput. Berbeda dengan siswi asal MAN yang dikawal langsung oleh kepala sekolahnya, saya rasa itu sebagai bentuk support dan semangat pihak sekolah terhadap anak didiknya,” Imbuhdia.
Sementara Khoirul pun menilai sumbangsih dari SMAN 1 Liwa tempat buah hatinya menimba ilmu, seakan kurang akan perhatian.
Dimana saat ini jenjang SMA/SMK sederajat telah berada di bawah koordinasi langsung oleh Dinas Provinsi tidak melalui Dinas kabupaten setempat, sehingga timbul persepsi seakan yang berkaitan dengan sekolah terkait sudah menjadi wewenang provinsi.
“Kita tahu akan hal itu, tetapi bila kita lihat kan ini bakal mengharumkan nama baik sekolah, walaupun putri saya hanya diberikan perhatian uang saku sejumlah Rp300 ribu saja oleh pihak SMAN 1 Liwa setelah dinyatakan lolos oleh pihak provinsi, kami tentunya tetap bersyukur” paparnya.
Ditanya sejumlah uang yang diberikan, Khoirul mengatakan, peruntukannya, yakni untuk transport dan uang saku.
Sementara itu, dikonfirmasi waktuindonesia.id, Citra Ayu Septina membenarkan hal itu, bahkan ia menuturkan bahwa utusan dari daerah lain diperhatikan bantuan keuangan yang lumayan.
“Teman teman dari daerah lain banyak yang cerita kalo dari dinas ada yang diberi Rp700 ribu bahkan dari sekolah mereka ada yang diberi Rp1 juta,” ucapnya.
“Kami dikarantina sejak tanggal 8 Agustus dan baru selesai 18 Agustus kemarin,” tukasnya.
(WII)





