“Harapan saya supaya cepat diselesaikan dengan jujur jangan dibohongi-bohongi lagi,” tegasnya
Suamitun juga mengakui pada saat kekisruhan itu terjadi sempat ada intimidasi yang dilakukan oleh oknum wartawan, pada saat pihak Dinsos berkunjungan kerumahnya dalam rangka monitoring.
“Wartawan itu mengancam akan memutus bantuan sembako BPNT yang saya terima, alasan dia karena saya menolak bantuan tersebut,” akunya.
Namun saat ditanya siapa wartawan yang mengancamnya itu, Suamiatun menjawab tidak tahu namanya hanya menyebutkan ciri-ciri dan postur tubuhnya.
(Rul/WII)





