Saat keluarga tersebut meminta untuk dijemput menggunakan mobil ambulan puskesmas. Puskesmas tak bersedia.
“Pihak puskesmas mengatakan jika menggunakan mobil ambulan puskesmas nanti sampai di rumah sakit pasti ditolak,” kata Iis.
Di tengah kebingungan yang berkecamuk, tiba- tiba ada seorang perawat yang berbaik hati datang dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) membawa istri Sukatno ke RS.
“Yang jelas sejak keluarga kami dinyatakan covid-19 kami diminta untuk isoman, diberi beberapa obat-obatan dan hingga ibu kami dibawa ke RS sekalipun tidak ada petugas puskesmas yang mengotrolnya,” ujarnya.
Terkait bantuan seperti sembako, disebut baru diterima setelah sang ibu dibawa ke RS.
“Sebako dapet cuma setelah mamak masuk RS,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Balikbukit, Harjunadi saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut membenarkan pada saat itu persediaan oksigen di puskesmas tersebut habis.
Pihaknya juga mengaku tidak bisa membantu untuk membawa pasien menggunakan mobil ambulan karena pasti masuk dalam daftar tunggu.
Dirinya juga mengatakan, seharusnya selama warga yang melakukan isoman ada dari pihak puskes yang selalu memantau perkembangannya ada kemajuan atau kemunduran (kondisi kesehatan).
“Nanti saya akan koordinasi dengan petugasnya dan secepatnya masalah ini akan diselesaikan,” tegasnya.
(*)
BERITA SELANJUTNYA: Direktur: Salah Kaprah jika Sebut RS Tolak Pasien karena Pakai Mobil Ambulans Puskesmas





