Pringsewu, Waktuindonesia – Dampak penutupan Bendungan Way Sekampung menyebabkan sekitar 2500 konsumen air bersih PDAM di Kabupaten Pringsewu mengalami kesulitan mendapatkan air selama satu minggu.
Pasalnya aliran sungai di bawah bendungan Way Sekampung tersebut sudah tidak mengalir lagi dan mengalami pendangkalan.
Bendungan Way Sekampung berlokasi di Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pegelaran Kabupaten Pringsewu, air sungainya juga melintasi di Kabupaten Pesawaran, hingga Kota Madya Metro juga berdampak pendangkalan
Puji Astuti (40) warga kelurahan Pringsewu Selatan mengeluhkan sudah sepekan aliran air bersih di tempatnya yang bersumber dari PDAM tidak mengalir, mereka kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
“Iya udah dari hari kamis gak ngalir kalau dihitung udah hampir seminggu air bersih dari PDAM gak ngalir,” keluh Puji Astuti, Senin(30/8/2021)
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Kabupaten Pringsewu, Rini Andalusia mengatakan pihaknya masih melakukan upaya pemompaan supaya air masuk kedalam infiks.
“Tapi karena debit air kurang, kami masih berusaha menurunkan alat berat ke sungai Way Sekampung itu untuk melakukan pegerukan membuat aliran baru ,” kata Rini
Ia melanjutkan dari 2500 konsumen hanya 20 persen konsumen yang tidak mendapatkan aliran air bersih dikarenakan pendistribusian air bersih itu hanya tiga jam.
“Tiap hari air itu hidup, cuma pendistribusinya hanya tiga jam, biasanya tujuh jam, dikarenakan debit airnya tidak mencukupi,” pungkasnya.
(Rul/WII).





