Dendi: Tenaga Honorer Masih Dibutuhkan, Harus Jadi Pertimbangan Pusat

  • Bagikan

GEDONG TATAAN, WAKTUINDONESIA – Adanya rencana penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta Pemerintah Pusat menimbang dari sisi kemanusiaan dan kebutuhan daerah.

Dendi mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran sampai saat ini masih sangat membutuhkan tenaga honorer, mulai dari tenaga honorer kesehatan sampai yang bertugas di dinas-dinas.

“Itukan baru wacana dari Kemenpan RB, kalau saat ini kita belum menerima Petunjuk Pelaksana (Juklak) maupun Petunjuk Teknis (Juknis), apabila keputusan ini benar di ambil, saya hanya meminta pemerintah pusat mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan sisi kebutuhan di daerah-daerah, karena sampai saat ini tenaga honorer masih sangat kita butuhkan,” kata dia, Jumat 28 Januari 2022.

Menurutnya, kalaupun tenaga honorer dihapuskan dan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), tentunya anggaran pemerintah daerah tidak mampu untuk mengakomodir semua.

“Kalau pemerintah pusat ingin mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK, tentu ada konsekuensi terkait anggaran yang harus di keluarkan, kalau pengangkatan tersebut dibebankan ke daerah tentu kami tidak mampu menyiapkan anggarannya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Cuaca Buruk, HNSI Pesawaran Himbau Nelayan Untuk Tidak Melaut
  • Bagikan