“Kalau untuk persiapan fasilitas isoter kita siapkan bad namun jumlahnya belum dapat dipastikan karena kita harus melihat tingkat penyebarannya dulu untuk berapa banyak kebutuhan bad yang diperlukan,” timpalnya.
Menurutnya, ruang isoter juga harus dekat dengan fasilitas kesehatan sehingga mobilisasi alat dan tenaga medis kita bisa gerak cepat.
“Dan kita juga harus menghitung jumlah tenaga medis kita cukup atau tidak karena tidak mungkin kita membuka ruang isoter sementara tenaga medis kita tidak ada,” pungkasnya.
(WII)





