Separuh Masa Jabatan Digempur Covid-19, Bupati Parosil Tetap Target Lamban Budaya Rampung

  • Bagikan

“Saya membangun Gedung Budaya sebenarnya ditarget selesai tahun 2021. Tetapi karena terkendala wabah covid-19 sehingga baru dapat diselesaikan dan diresmikan tahun 2022 ini,” ungkap Bupati Parosil.

Nantinya, Parosil menjelaskan, selain berfungsi untuk kegiatan kebudayaan, kesenian, dan destinasi wisata, lamban budaya itu juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menggelar acara seperti halnya resepsi pernikahan.

“Tujuan dari gedung budaya ini adalah sebagai pusat kesenian dan destinasi wisata bukan sebagai museum,” jelas Parosil.

“Dengan adanya pengembangan dan pelestarian yang melalui wadah Lamban Budaya, kesenian dan kebudayaan yang ada di masyarakat Lampung Barat tidak mengalami kemunduran atau pun mendekati kepunahan,” sambungnya.

Diketahui, Lamban Budaya itu dibangun di atas lahan eks bangunan Gedung Serba Guna (GSG).

Jika dibandingkan dengan bangunan GSG yang lama, konstruksi bangunan lamban budaya ini berbeda jauh lebih kokoh, indah dan menarik dengan desain yang menekankan sisi kebudayaan.

Sesuai rancangan pembangunan, lamban budaya ini menggunakan spesifikasi dua lantai (tingkat) yang dapat menampung hingga 1.000 orang, dengan konstruksi bangunan dilengkapi bore pile, footplat, sloof.

Kemudian dilengkapi pelat Lantai dan pelat tangga, pek atap dari onduline bitumen, pak pasangan dinding, pintu dan jendela, plapond, pengecatan, listrik, sanitasi, arsitektur, landscape, paving blok serta pagar.

Menariknya, sisi kanan kiri tampak depan pada lamban budaya ini terpampang jelas lambang empat kepaksian yang menggambarkan empat kerajaan yang terdapat di Kabupaten Lampung Barat. Empat lambang kepaksian tersebut yakni, Kepaksian Pernong, Kepaksian Belunguh, Kepaksian Bejalan di Way dan Kepaksian Nyerupa.

Selanjutnya fasilitas yang terdapat di lantai satu lamban budaya ini terdapat aula dengan ukuran 23 x 19 meter, panggung, ruang persiapan, ruang audio dan lighting, gudang peralatan, toilet enam buah, dan terdapat tangga di dua sisi menuju lantai atas, serta terdapat pintu akses langsung yang digunakan untuk mempercepat akses ke lantai dua ke ruang rapat atau ruang tunggu.

BACA JUGA:  Komisi V DPRD Provinsi Lampung Gelar RDP Dengan PBL, Bahas Covid-19

Kemudian pintu masuk utama ke aula terdapat empat pintu double dan dua double pintu masuk akses belakang.

Pada depan bagian selasar dapat digunakan sebagai galeri terbuka.

Sementara, fasilitas lamban budaya pada lantai dua terdapat galeri empat kepaksian/kebuayan, dilengkapi dua toilet, ruang tunggu dan tribun VIP, ruang rapat, ruang informasi, ruang pengelola, ruang karyawan, dapur, ruang karyawan serta selasar.

Dari hal itulah, dengan dibangunnya lamban budaya secara representatif, diharapkan lamban budaya ini nantinya akan menjadi salah satu icon kebanggan bagi masyarakat Lampung Barat dalam melestarikan kebudayaan agar tidak luntur di tengah gencarnya perkembangan zaman.

Diketahui, Pitu program PM, yakni Peningkatan Infrastruktur Mantap, Penataan Kota Liwa Sebagai Kota Budaya, Semua Bisa Melanjutkan Sekolah, Pelayanan Masyarakat Sehat, Mensejahterakan Petani, Masyarakat Berdaya Saing dan Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik, serta Peningkatan Iman dan Taqwa. (adv)

  • Bagikan