Festival Sekala Bekhak 1 dari 110 KEN 2022 se-Indonesia, Parosil: Semoga Bangkitkan Dunia Pariwisata Lampung Barat

  • Bagikan

Sehingga Kemenparekraf akan secara maksimal mempromosikan event-event tersebut baik di nusantara maupun di mancanegara dan tentu akan merekomendasikan kunjungan wisatawan untuk mengunjungi event-event tersebut.

Dari upaya itu diharapkan mampu memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung Barat yang ingin menyaksikan event FSB.

Sehingga momen tersebut sekaligus menjadi ajang promosi potensi yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat, mulai dari destinasi wisata alam, keragaman budaya, potensi kopi robusta dan juga para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sub sektor yang ada di Lampung Barat.

KEN memang bukan ajang untuk memilih juara. Tetapi memilih event daerah yang layak menjadi sajian event nasional.

Nah, untuk di Lampung, dari 15 kabupaten/kota pada rahun 2022 hanya dua event saja, yakni FSB dan Festival Krakatau. Dua dari 110 event se-Indonesia.

Masuknya FSB di KEN karena dinilai memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan festival lain yang ada di tanah air.

Karena, dalam gelarannya FSB melibatkan secara langsung masyarakat adat asli Lampung Barat yang memiliki empat kerajaan adat, yaitu Paksi Pak Skala Brak: Kepaksian Pernong, Kepaksian Belunguh, Kepaksian Bejalan di Way dan Kepaksian Nyerupa.

Masing-masing kepaksian tersebut dipimpin seorang sultan.

Salah satu konten kegiatan yang dipaparkan adalah hippun adat atau himpun adat–musyawarah agung–para sultan Paksi Pak Sekala Bekgak.

Selanjutnya rangkaian lain, yaitu pagelaran seni budaya yang menampilkan sajian seni budaya asli dari kerajaan adat, di antaranya nyambai (semacam pantun), orkes gambus, pesta budaya sekura (pesta topeng), butattah (pengumuman pemberian gelar adat), bu-gamolan pekhing, tari-tarian adat dan lain-lain.

Sekura. Foto: ist Disporapar for Waktuindonesia.id

Dengan masuknya FSB di kelas event nasional dua tahun terakhir Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berharap hal itu akan mempercepat kebangkitan pariwisata di kabupaten bermotto Beguai Jejama (Gotongroyong).

BACA JUGA:  Komisi V DPRD Provinsi Lampung Gelar RDP Dengan PBL, Bahas Covid-19

“Masuknya FSB di KEN semoga akan bisa cepat membangitkan dunia pariwisata Lampung Barat dengan lonjakan kunjungan wisatawan dan bisa betah berlama-lama di Lampung Barat yang tentu akan berpengaruh pada tingkat pendapatan, khususnya dari sektor pariwisata,” ucap Parosil.

Event FSB senantiasa ditampilkan budaya adiluhung yang merupakan seni budaya tradisi dari kerajaan adat Paksi Pak Sekala Bekhak, sajian yang menarik ketika dipadukan antara budaya asli dengan keindahan alam yang masih terjaga baik.

Dikarenakan kondisi negeri masih belum sepenuhnya normal dari pandemi Covid-19, maka penyelenggaraan event festival dalam dua tahun ini akan fokus pada bentuk kegiatan secara hybrid sesuai dengan kondisi saat ini.

Namun jika memungkinkan pada bulan Juli tahun 2022 ini digelar secara offline maka akan menyajikan festival secara langsung. (adv)

  • Bagikan